Laporkan Masalah

Analisis Potensi Feses Dan Pupuk organik Kambing Peranakan Etawa Untuk Budidaya Kakao Di Kelompok Ternak Ngudi Makmur

Muhammad Lutfi Maulana, Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng.

2025 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Veteriner

Feses kambing berpotensi besar sebagai bahan dasar pupuk organik karena kandungan unsur haranya yang tinggi, terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi feses kambing Peranakan Etawa dan pupuk organik hasil olahannya terhadap budidaya kakao (Theobroma cacao L.). Sampel yang diuji berupa feses segar dan pupuk organik hasil fermentasi sebanyak tiga ulangan yang dikumpulkan dari Kelompok Ternak Ngudi Makmur di Dusun Jonggrangan, Desa Jatimulyo, Kulon Progo. Parameter yang dianalisis meliputi kadar nitrogen total (N), fosfor (P), dan kalium (K), menggunakan metode Kjeldahl, Spektrofotometri UV-Vis, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa feses kambing PE memiliki kadar N dan K yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pupuk organik hasil olahannya (P < 0>Feses kambing PE dinilai memiliki potensi yang tinggi sebagai bahan pupuk organik yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah dalam budidaya tanaman kakao, namun pupuk hasil fermentasi lebih direkomendasikan karena dapat mengurangi risiko kontaminasi dan meningkatkan kestabilan nutrisi.

Goat manure has great potential as a raw material for organic fertilizer due to its high nutrient content, especially nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K), which are important for plant growth. This study aims to analyze the potential of Peranakan Etawa goat manure and processed organic fertilizer for cocoa cultivation (Theobroma cacao L.). The samples were fresh manure and fermented organic fertilizer, each with three replicates, that collected from the Ngudi Makmur Livestock Group in Jonggrangan Hamlet, Jatimulyo Village, Kulon Progo. The parameters analyzed included total nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) levels, using the Kjeldahl method, UV-Vis Spectrophotometry, and Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that PE goat feces had significantly higher N and K levels than processed organic fertilizer (P < 0>

Kata Kunci : feses kambing, kakao, pupuk organik, unsur hara

  1. D4-2025-481759-abstract.pdf  
  2. D4-2025-481759-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-481759-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-481759-title.pdf