Laporkan Masalah

RISIKO IKLIM DAN STABILITAS BANK: STUDI EMPIRIS BANK UMUM DI DELAPAN NEGARA BERKEMBANG DENGAN KEBERAGAMAN GENDER SEBAGAI PEMODERASI

Adi Mahendra D, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A

2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko iklim terhadap stabilitas bank dan peran moderasi keberagaman gender. Sampel penelitian mencakup 73 bank umum konvensional di delapan negara berkembang dengan rentang waktu penelitian dari tahun 2011–2019. Terdapat dua proksi dari risiko iklim, yaitu (1) risiko fisik, dan (2) risiko transisi. Risiko fisik diukur menggunakan Climate Risk Index (CRI), sedangkan risiko transisi diproksikan melalui ND-Gain Index. Keberagaman gender dianalisis secara terpisah pada dua tingkat, yaitu (1) keberagaman gender pada dewan dan jajaran eksekutif. Data dianalisis menggunakan pendekatan regresi panel dengan estimator Fixed Effects. Hasil menunjukkan bahwa risiko iklim secara signifikan berdampak negatif terhadap stabilitas bank, dengan risiko transisi memberikan pengaruh yang relatif lebih kuat dibandingkan risiko fisik. Kemudian, keberagaman gender, secara statistik signifikan dalam memperlemah dampak negatif dari risiko iklim. Dalam konteks ini, keberagaman gender di jajaran eksekutif memperlemah dampak negatif risiko fisik dan transisi. Sementara itu, keberagaman gender di dewan hanya signifikan dalam memitigasi risiko transisi. Hasil tersebut tetap konsisten dalam uji robustness menggunakan estimator Generalized Method of Moment (GMM) dan proksi dummy keberagaman gender. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan tata kelola bank dan strategi adaptasi risiko iklim.

This study examines climate risk impacts on bank stability and the moderating role of gender diversity in eight emerging countries that are also classified as Newly Industrialized Countries (NICs). This research tried to differentiate between climate risk types (physical vs transition) and leadership levels (board vs executive). Using a panel of 73 banks from 2011–2019 and estimated with Fixed Effects. The results show that both climate risks, physical and transition, significantly erode bank stability. Crucially, gender diversity’s moderating effect is contingent. Female executives buffer against sudden-onset physical shocks and transition risk, while women on boards only mitigate transition risks. These findings are robust to the Generalized Method of Moment (GMM) estimator and dummy proxies of gender diversity. Thus, resilience requires the strategic placement of women leaders aligned with the nature of the climate risks. This research provide the empirical evidence on the moderating role of gender by risk type and governance level in emerging markets and vulnerable NICs.

Kata Kunci : risiko iklim, risiko fisik, risiko transisi, stabilitas bank, keberagaman gender / climate risk, physical risk, transition risk, bank stability, gender diversity

  1. S2-2025-510471-abstract.pdf  
  2. S2-2025-510471-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-510471-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-510471-title.pdf