Do Fiscal Transfers Reduce Regional Inequality in Indonesia?
Udi Kuncoro, Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Studi ini meneliti bagaimana instrumen transfer fiskal Indonesia memengaruhi ketimpangan antarwilayah, dengan menitikberatkan pada dampaknya di berbagai sektor ekonomi. Dengan menganalisis data panel provinsi-provinsi di Indonesia (2017–2023), penelitian ini mengkaji pengaruh lima mekanisme transfer fiskal terhadap disparitas ekonomi regional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) secara signifikan meningkatkan ketimpangan antarwilayah secara keseluruhan, sebagaimana diukur dengan koefisien Gini. Dampak DBH juga berbeda antar sektor ekonomi: DBH meningkatkan kontribusi sektor manufaktur dan pertambangan terhadap ketimpangan regional, namun secara bersamaan mengurangi kontribusi sektor pertanian terhadap ketimpangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa DBH sedang membentuk ulang lanskap ekonomi Indonesia.
Sementara itu, instrumen transfer fiskal lainnya (DAU, DAK, DID, dan DD) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap ketimpangan antarwilayah secara keseluruhan maupun terhadap kontribusi sektoral terhadap ketimpangan. Rekomendasi kebijakan mencakup perancangan ulang mekanisme alokasi DBH untuk mengurangi dampaknya yang memperbesar ketimpangan, memperkuat daya pemerataan DAU, serta menerapkan intervensi yang lebih terarah.
This study examines how Indonesia's fiscal transfer instruments affect regional inequality, focusing on their impact across different economic sectors. Analyzing panel data from Indonesian provinces (2017-2023), the research investigates the effect of five fiscal transfer mechanisms, on regional economic disparities. The findings reveal that Revenue Sharing Fund (DBH) significantly increases overall regional inequality as measured by the Gini coefficient. The impact of DBH varies across economic sectors: it increases the contribution of manufacturing and mining sectors to regional inequality, while simultaneously reducing the contribution of agriculture sectors. This indicates that DBH is reshaping Indonesia's economic landscape. Other fiscal transfer instruments (DAU, DAK, DID, and DD) show no statistically significant effect on overall regional inequality or sectoral contributions to inequality. Policy recommendations include redesigning the DBH allocation mechanism to reduce its inequality-enhancing effects, strengthening the equalizing power of DAU, and implementing targeted interventions.
Kata Kunci : fiscal transfers, regional inequality, sectoral inequality, Indonesia, revenue sharing