Laporkan Masalah

Studi kepadatan lalu lintas di kawasan pusat primer dan pusat sekunder kota Bandung

Fitriyani, Prof. Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A., DRS.; Sri Rum Giyarsih, S.SI.;,M.Si.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini mengambil lokasi di kawasan pusat primer dan kawasan pusat sekunder Kota Bandung, yaitu ruas jalan yang melewati titik pusat primer dan titik pusat sekunder di Kota Bandung, penelitian ini secara umum bertujuan (1) untuk mengetahui variasi nilai kepadatan lalu lintas di kawasan pusat primer dan pusat sekunder Kota Bandung, (2) untuk mengetahui faktor dominan apa yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di kawasan pusat primer dan pusat sekunder Kota Bandung Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey. Metode yang dipakai untuk pengambilan sampel adalah purposive sampling, sampel yang yang digunakan berupa 6 ruas jalan yang melewati titik pusat primer dan titik pusat sekunder Kota Bandung, yaitu Jl. Jendral Sudirman, Jl. Setiabudi, Jl. Terusan Jakarta, Jl. Pelajar Pejuang 45. Jl. Peta dan Jl. Surapati. Cara analisis yang digunakan dalam perhitungan nilai kepadatan lalu lintas adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan cara analisis yang di gunakan untuk faktor dominan yang mempengaruhi kepadatan lalu lintas adalah deskriptif eksplanasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak selalu nilai kepadatan lalu lintas di pusat primer lebih tinggi di bandingkan dengan nilai kepadatan lalu lintas di pusat sekunder. Kepadatan lalu lintas pada hari kerja sebesar 7.266 smp.mnt/km di pusat primer Inti Pusat Kota, 10.848 smp.mnt/km di pusat sekunder Setrasari, 7.229 smp.mnt/km di pusat sekunder Turangga, 7.860 smp.mnt/km di pusat sekunder Kopo Kencana, 7.244 smp.mnt/km di pusat sekunder Arcamanik dan 7.668 smp.mnt/km di pusat sekunder Sadang Serang. Kepadatan Lalu Lintas pada hari libur sebesar 6.325 smp.mnt/km di pusat primer Inti Pusat Kota, 11.874 smp.mnt/km di pusat sekunder Setrasari, 7.614 smp.mnt/km di pusat sekunder Turangga, 8.099 smp.mnt/km di pusat sekunder Kopo Kencana, 7.731 smp.mnt/km di pusat sekunder Arcamanik dan 5.484 smp.mnt/km di pusat sekunder Sadang Serang. Kesimpulan yang di dapat dari pengamatan langsung di lapangan dan hasil dari dokumentasi visual dapat di ketahui bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kepadatan lalu lintas di kawasan pusat primer dan pusat sekunder Kota Bandung adalah guna lahan perekonomian

This research took place in primary and secondary central areas in City of Bandung, which are inclusive of roads along primary and secondary central points in the city The aims of this study in general are (1) to know the variation of traffic densities in primary and secondary central areas in City of Bandung (2) to know the dominant factors which contributes to traffic densities in City of Bandung primary and secondary central areas. The research method chosen for this study is survey method. Data are collected through field survey and visual observation techniques where samples are taken using purposive sampling method. The samples used are 6 streets along the primary and secondary central points in City of Bandung, including Jendral Sudirman street, Setiabudi Street, Terusan Jakarta Street, Pelajar Pejuang 45 Street, Peta Street and Surapati Street, Those obtained data will be analyzed using quantitative description for traffic density values whereas on the contrary, explainative description will be used to analyze the dominant factors which contribute to the traffic densities Based on the result, it can be concluded that the traffic densities in primary centres do not always exceed those of secondary centres. The percentage of traffic densities on working days in Inti Pusat Kota primary centre is 7.266 pcu.mnt/km, whereas 10.848 pcu.mnt/km in Setrasari secondary centre, 7.229 pcu.mnt/km in Turangga secondary centre, 7.860 pcu.mnt/km in Kopo Kencana secondary centre, 7.244 pcu.mnt/km in Arcamanik secondary centre and 7.668 pcu.mnt/km in Sadang Serang secondary centre. On the other hand, the traffic densities on public holidays are 6.325 pcu.mnt/km in Inti Pusat Kota primary centre, 11.874 pcu.mnt/km in Setrasari secondary centre, 7.614 pcu.mnt/km in Turangga secondary centre, 8.099 pcu.mnt/km in Kopo Kencana secondary centre, 7.731 pcu.mnt/km in Arcamanik secondary centre and 5.484 pcu.mnt/km in Sadang Serang secondary centre. In conclusion, on the basis of direct field observation and visual documentation, it can be said that the dominant factors which contribute to traffic densities in city of Bandung primary and secondary centres are economic activities that took place along the streetsides

Kata Kunci : Kepadatan Lalu Lintas, Pusat kota primer,Pusat kota sekunder,Bandung,Jawa Barat

  1. S1-2008-168059-FITRIYANI-abstract.pdf  
  2. S1-2008-168059-FITRIYANI-bibliography.pdf  
  3. S1-2008-168059-FITRIYANI-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2008-168059-FITRIYANI-title.pdf