Laporkan Masalah

Karakteristik permukiman masyarakat Melayu Riau di kecamatan Bengkalis kabupaten Bengkalis propinsi Riau

Gina Purnama Sari, Drs. A.J. Suhardjo, M.A.

2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Modernisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga membawa pengaruh perkembangan di segala bidang. Seiring dengan hal tersebut, masyarakat ikut terpengaruh dimana wawasannya semakin bertambah Perkembangan ini membawa perubahan terhadap perkembangan arsitektur permukiman yang ada dimana secara tidak langsung ikut mempengaruhi peningkatan kualitas dari permukiman itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi masyarakat, mengetahui kondisi arsitektur permukiman masyarakat Melayu saat ini, mengetahui kualitas permukimannya dan mengetahui hubungan antara kualitas permukiman dan faktor sosial ekonomi masyarakat Melayu di Kecamatan Bengkalis Pengumpulan data menggunakan metode survai dan wawancara terhadap 173 responden yang diambil secara random dimana jumlah sampel responden ditentukan berdasarkan perbandingan proporsi jumlah KK pada setiap desa yang terpilih. Desa-desa yang diteliti, yaitu daerah urban Kelurahan Bengkalis Kota (75 responden), daerah rural-urban fringe Desa Kelapa Pati (31 responden) dan Senggoro (24 responden), dan daerah rural Desa Meskom (20 responden) dan Pematang Duku (23 responden). Data primer diperoleh melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisa tabulasi silang, korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya karakteristik orang Melayu memiliki keluarga yang berjumlah 6. Pada orang Melayu klas originalitas I memiliki tingkat pendidikan dan pendapatan yang lebih rendah dibandingkan orang Melayu originalitas II dimana kondisi di daerah urhan lebih baik dibandingkan rural-urban fringe dan rural. Kemudian, diketahui pula bahwa kondisi arsitektur permukiman masyarakat Melayu saat ini cenderung mengalami perubahan baik dari tata ruang dalam rumah, bagian bangunan, penggunaan ornamen maupun bahan material bangunannya. Dengan perubahan yang terjadi pada komponen fisik arsitektur permukiman secara tidak langsung ikut mempengaruhi kualitas permukimannya dimana tingkat pendidikan dan pendapatan memiliki hubungan yang nyata dengan kualitas fisik dan lingkungan permukiman. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas permukiman adalah tingkat pendapatan dimana semakin tinggi pendapatan maka kualitas permukimannya akan semakin baik.

Modernization is something unavoidable so it brings developmental influence in many sectors. Along the case, society are influenced as the knowledge is increasing. This development brings change to the settlement architecture development that will not directly affect to the increasing of the settlement quality. Because of that, this research is purposed to understand social economic characteristics, to understand condition of settlement in Malayan Riau society right now, to understand settlement quality, and to understand relevancy between settlement quality and social economic aspects of Malayan Riau society. Collecting data is using survey and interview methods involving 173 respondents which is taked with random where the respondents sample number according to the head of household proportion on each village that is researched. The villages is Bengkalis Kota urban area (75 respondent), Kelapa Pati (31 respondent) and Senggoro rural-urban fringe area (24 respondent), and also Meskom (20 respondent) and Pematang Duku rural area (23 respondent). The research obtained the primary data from questionnaires. Analysis technique that used in this research is descriptive statistical analysis with made cross tabulation, correlation and regression analysis. Research result indicate that generally the Malayan characteristics have family member amounting to less than 6 people Malayan on originality I have a lower income and educational level compared to Malayan originality Il where the condition in urban area is more better than the rural-urban fringe and rural area. Then, also known that the condition in settlement's architecture of Malayan tend to change the spacial arrangement in the house, part of building, ornament using. and building material. Along with the changes that happen in physical components of settlement's architecture also influence settlement quality where educational and income level have significance relevancy with physical and environmental of settlement quality. The most influential factor to the settlement quality is the income level, where the income is getting higher, the settlement quality is getting better too.

Kata Kunci : Permukiman Masyarakat,Bengkalis,Riau

  1. S1-2007-150360-GINA_PURNAMA_SARI-abstract.pdf  
  2. S1-2007-150360-GINA_PURNAMA_SARI-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-150360-GINA_PURNAMA_SARI-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-150360-GINA_PURNAMA_SARI-title.pdf