Laporkan Masalah

Pemanfaatan foto udara dan sistem informasi geografi untuk analisis aksesibilitas fisik lahan belum terbangun di kota Yogyakarta

Heru Murianto, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.

2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan foto udara sebagai sumber data parameter yang digunakn untuk analisis aksesibilitas fisik lahan belum terbangun dan juga untuk mengkaji tingkat aksesibilitas fisik lahan belum terbangun di Kota Yogyakarta. Sumber data utama yang digunakan adalah Foto Udara Pankromatik Hitam Putih skala 1: 20.000 tahun 2000. Disamping menggunakan parameter yang bersumber interpretasi foto udara, penelitian ini juga menggunakan sumber data dari data sekunder dan data lapangan. Aksesibilitas fisik lahan belum terbangun disusun berdasarkan pemodelan spasial dengan pendekatan berjenjang tertimbang. Langkah penelitian ini yang digunakan adalah mengklasifikasikan setiap parameter menjadi tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Kemudian dilakukan pengharkatan yakni memberikan harkat relatif dari 1 sampai dengan 3 pada hasil setiap parameter. Hasil penjumlahan dari setiap harkat parameter yang dikalikan faktor pembobot setiap paramater menunjukkan kondisi aksesibilitas fisik lahan belum terbangun. Hasil penelitian ini menunjukkan foto udara 1: 20.000 dapat digunakan untuk studi aksesibilitas fisik lahan belum terbangun, hal ini ditunjukkan dengan ketelitian interpretasi penggunaan lahan dengan ketelitian 87%. Hasil penelitian menunjukkan lahan belum terbangun yang berada di Kota Yogyakarta rata-rata memiliki aksesibilitas tinggi (52%). Daerah dengan aksesibilitas tinggi tersebar disekitar Jalan Batikan, Jalan Kyai Mojo, Jalan Pramuka, dan di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan. Daerah lahan belum terbangun dengan tingkat aksesibilitas sedang terdapat di sekitar Jalan Lowanu, sekitar Jalan Imogiri sedangkan lahan belum terbangun dengan tingkat aksesibilitas rendah terdapat disekitar Jalan Jambon

The purpose of the research are to study the capability of black and white panchromatic aerial photograph as source of data for analysing physical accessibility of non built up area, and also to study the the level of physical accessibility in Yogyakarta Municipality. The main source of data was black and white panchromatic aerial photograph of year 2000 scale 1: 20.000. Beside black and white panchromatic aerial photograph as sources of data, the research used secondary data and field data. Spatial modeling of physical accessibility of non built up area was derived from quantitative modeling with weighting factor approach. The analysis process was classified into three categories, low, intermediate and high, with relative values from 1 to 3 in each parameter. The sum of values was multiplied by a weighing factor to find the accessibility condition of each non built area. The weighing factor for each parameter stated based from correction term of parameter of area increasing factor. The result showed that 1: 20.000 of black and white panchromatic aerial photograph can be used for the study the physical accessibility of non built up area with 87% accuracy interpretation. The average of condition of physical accessibly of non built up area is high accessibility in Yogyakarta (52%). Area with high accessibility spread around Batikan Street, Kyai Mojo Street, Pramuka Street and Perintins Kemerdekaan Street. The intermediate accessibility area located around Lowanu Street and around Imogiri Street. The low accessibility lay in around Jambon Street.

Kata Kunci : Foto udara, sistem informasi geografi,aksesibilitas lahan,Lahan belum terbangun

  1. S1-2007-122598-HERU_MURIANTO-abstract.pdf  
  2. S1-2007-122598-HERU_MURIANTO-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-122598-HERU_MURIANTO-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-122598-HERU_MURIANTO-title.pdf