Laporkan Masalah

Identifikasi komoditas pertanian unggulan untuk rencana pengembangan kawasan agropolitan di kabupaten Purworejo

Hesti Dyah Hapsari, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.; Drs. Soekadri, M.S.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian. Komoditas pertanian Kabupaten Purworejo yang dapat dijadikan komoditas unggulan, serta dapat dijadikan sebagai untuk dasar pengembangan kawasan agropolitan. Tujuan penelitian ini: 1) Mengetahui komoditas pertanian yang dimiliki Kabupaten Purworejo dan menyusun pewilayahannya, 2) Mengetahui komoditas pertanian unggulan, 3) Menetapkan wilayah potensial sebagai kawasan agropolitan, 4) Menyusun implikasi kebijakan pengembangan kawasan agropolitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dengan variabel penelitian yang digunakan antara lain: produksi komoditas pertanian untuk pewilayahan komoditas pertanian dan penentuan komoditas unggulan dengan teknik analisis Revealed Comparative Advantage (RCA). jumlah dan ketersediaan sarana prasarana pendukung kegiatan agrobisnis serta jarak dan kondisi jalan digunakan untuk menentukan hierarki wilayah dan dukungan infrastruktur wilayah dengan menggunakan teknik analisis indeks sentralitas. Analisis kluster untuk pewilayahan komoditas pertanian dan analysis of variance (ANOVA) untuk menguji ada tidaknya perbedaan komoditas disetiap wilayah dengan fisiografi yang berbeda. Kawasan agropolitan merupakan pusat pengembangan perdesaan atau kota kecil tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis. Terpilih 16 desa dari 494 desa sebagai pusat pengembangan perdesaan. Komoditas pertanian unggulan Kabupaten Purworejo antara lain: padi, durian, pisang, jeruk, cabai, kelapa, kambing PE, ikan gurami. Klustering komoditas pertanian menghasilkan 3 kluster pertanian dengan kondisi fisiografi yang berbeda. Kondisi fisiografi berbeda akan menghasilkan komoditas pertanian yang berbeda yang teruji secara signifikan dengan ANOVA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Purworejo terbagi menjadi 4 kawasan pengembangan agropolitan, yaitu kawasan agropolitan I (Kecamatan: Pituruh, Kemiri, Bruno), II (Kecamatan: Gebang, Bener, Loano, Kaligesing, Bagelen), III (Kecamatan: Purworejo, Banyuurip. Bayan, Kutoarjo), dan IV (Kecamatan: Purwodadi, Ngombol, Grabag). Setiap kawasan memiliki pusat pengembangan dan wilayah pengaruh yang berfungsi sebagai daerah penghasil bahan baku, pusat produksi, dan pusat perdagangan.

Purworejo is one of the regency in Central Java Province, which agricultural sector of economic in this regency were dominated. Prominent of agricultural commodity in Purworejo Regency can become a basic for agropolitan area development. This research purpose are: 1) to find out the agriculture commodities in Purworejo Regency and compose the regionalization, 2) to find out the prominent agriculture commodity, 3) to determine potential region for agropolitan area, 4) to compose policy implication for agropolitan area development. This research is done with secondary data analysis method with using research variables i.e.: agriculture commodity production for agriculture commodity regionalization and prominent commodity determination with Revealed Comparative Adavantage (RCA) analysis technique, the amount and availability of facilities and infrastructures that can support agribusiness, also the distance and road condition that used to determine region hierarchy and region infrastructure's support with using centrality index analysis technique. Cluster analysis for agriculture commodities regionalization and analysis of variance (ANOVA) to examine the existence or nonexistence of the commodities' difference in every region with different physiography. Agropolitan area is rural development centre or small town that has grow and develop because the running of agribusiness system and exertion. 16 villages has chosen as rural development centre from 494 villages. Prominent agriculture commodities in Purworejo Regency i.e rice plant, durian, banana, orange, chili, coconut, PE's goat, gurami fish. Agriculture commodities clustering compose 3 agriculture clusters with different physiography condition. The physiography condition's difference will bear different agriculture commodities that has examine significantly with ANOVA. From the result of this research can be conclude that Purworejo Regency consist of 4 agropolitan development areas, which is agropolitan area 1 (Kecamatan: Pituruh, Kemiri, Bruno), II(Kecamatan: Gehang, Bener. Loano, Kaligesing, Bagelen), III (Kecamatan: Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo). and IV (Kecamatan: Purwodadi, Ngombol, Grabag). Every area has development centre and influence area that has function as raw materials producer area, production centre, and trade centre.

Kata Kunci : prominent commodity, agropolitan, agribusiness,komoditas unggulan, agropolitan, agrobisnis

  1. S1-2006-150275-Abstract.pdf  
  2. S1-2006-150275-Bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150275-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-150275-Title.pdf