Laporkan Masalah

Studi perilaku pengguna ruang terbuka publik tepi sungai di pusat kota :: Studi kasus Kawasan Alun-alun Kapuas, Pontianak

RODI, Yupensius, Ir. Sigit Sayogya, MS

2005 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Perkembangan sebuah kota dibarengi dengan tuntutan masyarakat sebagai pelaku kegiatan. Ini berarti secara fisik dan fungsional intensitas dan kualitas kegiatan kota akan terus berubah. Sebagai konsekuensinya, kawasan Alun-alun Kapuas mengalami perubahan fungsi yang dulunya lebih bersifat privat menjadi ruang terbuka publik. Perubahan fungsi Alun-alun Kapuas juga sangat dipengaruhi oleh letaknya yang strategis, yaitu di pusat kota, dekat penyeberangan ferry, sehingga mudah diakses melalui transportasi darat maupun transportasi air/sungai. Tetapi perubahan yang terjadi mengakibatkan kawasan tersebut menjadi tempat aktivitas bagi berbagai jenis pedagang kaki lima ditambah lagi belum adanya kebijakan pemerintah mengenai pemanfaatan ruang terbuka kota yang tidak terkontrol pemanfaatannya oleh para pengguna ruang. Dari latar belakang permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai perilaku manusia dalam lingkungan fisiknya, yang mengambil kasus di ruang terbuka publik kawasan Alun-alun Kapuas. Studi kasus yang dikaji adalah studi perilaku pengguna ruang terbuka. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran kondisi eksisting ruang terbuka publik yang berperan terhadap aktivitas/ kegiatan yang dilakukan oleh pengguna ruang, serta mengidentifikasi perilaku manusia yang menghasilkan interaksi dari kebutuhan dan komponen-komponen fisik pada ruang terbuka. Hal ini dijadikan parameter untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pemanfaatan ruang terbuka publik tepi sungai di kawasan pusat kota Pontianak. Sedangkan manfaat yang diharapkan secara teoritis adalah untuk memberikan masukan teori dan konsep yang berhubungan dengan perilaku manusia dan lingkungan pada pengembangan ruang terbuka publik tepi sungai di kawasan pusat kota. Manfaat secara empiris diharapkan dapat menjadi patokan dan arahan pengembangan dan penataan ruang terbuka publik tepi sungai terutama di kawasan pusat kota yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah sebagai masukan dalam membuat kebijakan. Teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah teori mengenai hubungan antara manusia dan setting fisik yang dikemukakan oleh Weisman (1981) dan teori mengenai hubungan antara perilaku dan kebutuhan ruang yang dikemukakan oleh Haryadi (2001). Metode penelitian yang digunakan adalah metode rasionalistik, berpegang pada teori mengenai manusia dan settiing fisik serta interaksi di antara keduanya. Penelitian dilakukan dengan mengamati perubahan pemanfaatan ruang terbuka selama 24 jam dnegan membuat form time budget. Waktu penelitian dilakukan ketika hari libur dengan asumsi pemanfaatan ruang maksimal pada saat-saat tersebut. Analisis data dilakukan dengan pengelompokan dan pengkategorisasian waktu pengguna ruang terbuka, kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan pada setting fisik serta mengidentifikasi perilaku yang merupakan hasil dari interaksi pengguna dan setting fisik. Hasil temuan penelitian secara garis besar mengenai kelompok pengguna, jenis aktivitas/ kegiatan dan masalah yang diakibatkan oleh interaksi antara manusia dengan setting fisiknya, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemanfaatan ruang terbuka yang harus ditinjau/ ditindaklanjuti sebagai arahan desain.

The development of a city usually goes along with public demand, as the subjects of the activities. It means that the intensity and quality of urban activities are continually changing, both physically and functionally. Consequently, the Kapuas town square area, which was private, has turned into public open space. Such a functional change is intensely affected by its strategic location, in the city center, near by the ferryboat quay, making it accessible for inland and water/ river transports. It, however, has developed various activities of peddlers along the sidewalks. Moreover, the absent of government policy on the city open space has made the uncontrolled space use worsen. Based on the above background, a research on human behavior in his/her physical surrounding was carried out, taking on the public open space of the Kapuas town square area. The case study reviewed on the study of space user’s behavior. The purpose of the research was to seek the description of the existing condition of the public open space that affected the activities of the space users and to identify the human behavior resulting in interaction between human demand and the physical components of the open space, being parameters to identify the factors influencing the change of public open space use along the river bank in the Pontianak city center area. Theoretically, it was set to provide with theoretical and conceptual inputs regarding human behavior and surrounding in the development of public open space along the riverbank in the city center area. Empirically, it would be beneficial as standard and guideline for developing and organizing the public open space along the riverbank, particularly in the city center area for the local government to be inputs in making policy. The theories, as reference of this research, were Weisman’s (1981) on the relationship between people and the physical setting and Haryadi’s (2001) on the correlation between behavior and space demand. The employed method was the rationalistic one, based on the theory about people and physical setting and the interaction between them. The researched was performed by observing the change of the open space use in 24-hour-period of time, presented in a time budget form. It was performed in one holiday, assuming that the space use would be maximum at the time. To analyze the data, classification and categorization of the time of using the open space, demands, and performed activities in the physical setting were done; and the behavior as a result of interaction between the users and physical setting was identified. The results outlined the user class, sort of activities and the problems caused by the interaction between people and the physical setting, and the surrounding factors affecting the open space use, which all should be reviewed/ followed up as a guideline of design.

Kata Kunci : Arsitektur,Ruang Terbuka Publik,Perilaku Pengguna, Public Open Space, Riverbank, User Behavior, physical setting


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.