Laporkan Masalah

Pengembangan Instrumen Penilaian dan Evaluasi Penerapan Upaya Kesehatan Kerja Program Integrasi Layanan Primer (ILP) Pada Puskesmas Tahun 2025

FERINA, Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., PhD

2025 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Semua tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tempat kerja dalam jejaring Pelayanan Kesehatan primer melakukan Pelayanan Kesehatan sesuai standar Kesehatan kerja. Upaya kesehatan kerja dalam program Integrasi Layanan Primer Puskesmas perlu dilakukan penilaian dan evaluasi sehingga perlindungan pekerja dan orang lain yang ada di tempat kerja agar hidup sehat terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk pekerjaan dapat terus ditingkatkan dan lebih optimal.

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian dan evaluasi upaya kesehatan kerja dalam program ILP Puskesmas yang valid dan realibel. Desain penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan penelitian pengembangan dan pengujian instrumen secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian melibatkan 7 informan, 4 pakar, dan uji coba instrumen pada 92 responden.

Hasil penelitian akan mendapatkan instrumen penilaian spesifik upaya kesehatan kerja yang valid dan realibel serta memperoleh umpan balik evaluasi implementasi kebijakan integrasi layanan primer upaya kesehatan kerja di Puskesmas, dengan elemen penilaian variabel pokok Penerapan Pos Upaya Kesehatan Kerja, Upaya Komprehensif Kesehatan Kerja, Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja, dan Rekomendasi Peningkatan Upaya Kesehatan Kerja.

Pada data keseluruhan untuk variabel penilaian penerapan program ILP upaya Kesehatan Kerja Puskesmas menunjukkan bahwa distribusi jumlah responden dari total skor 168 dari 136 pertanyaan pada instrumen bagian penilaian penerapan program ILP upaya Kesehatan Kerja Puskesmas. Terbanyak skor antara 60-84 (37%) dan 85-109 (31,5%). Paling sedikit mendapatkan skor antara 135-159 (5,5%). Skor rata-rata 87,3 (52?ri nilai maksimum), nilai tengah 84,5 (50,3?ri nilai maksimum) dan modus adalah 83 (49,4?ri nilai maksimum), sebanyak 4 responden, range 35-159. Mengacu penilaian 5 kategori (sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang; maka terbanyak kategori kurang (skor 60-84) sebanyak 34 responden (34%).

Perlunya peningkatan kompetensi pengelola program Kesehatan Kerja, sinergi program, dan penggunaan instrumen untuk penilaian dan evaluasi upaya Kesehatan Kerja guna peningkatan pelaksanaan upaya kesehatan kerja program ILP, capaian indikator Kesehatan Kerja dan K3 Fasyankes sesuai standar sehingga dapat mencegah dan menurunkan PAK dan kecelakaan kerja.

All workplaces have potential hazards and risks of occupational accidents and occupational diseases. Workplaces in the primary health care network perform health services according to occupational health standards. Occupational health efforts in the Puskesmas Primary Service Integration program need to be assessed and evaluated so that the protection of workers and other people in the workplace for a healthy life free from health problems and adverse effects of work can continue to be improved and more optimal.

The results of the study will obtain a valid and reliable specific assessment instrument for occupational health efforts and obtain feedback on the evaluation of the implementation of the primary service integration policy for occupational health efforts at the Community Health Center, with the main assessment variables being the Implementation of Occupational Health Efforts, Comprehensive Occupational Health Efforts, Occupational Disease Health Services, and Recommendations for Improving Occupational Health Efforts.

The overall data for the assessment variable of the implementation of the ILP program for occupational health efforts at the Puskesmas shows that the distribution of respondents' scores from a total of 168 out of 136 questions on the assessment instrument for the implementation of the ILP program for occupational health efforts at the Puskesmas. The highest scores were between 60-84 (37%) and 85-109 (31.5%). The lowest scores were between 135-159 (5.5%). The average score was 87.3 (52% of the maximum value), the median was 84.5 (50.3% of the maximum value), and the mode was 83 (49.4% of the maximum value), with 4 respondents, ranging from 35-159. Referring to the 5-category assessment (very good, good, fair, poor, and very poor), the most common category was poor (score 60-84) with 34 respondents (34%).

There is a need to improve the competence of Occupational Health program managers, program synergy, and the use of instruments for assessing and evaluating Occupational Health efforts to improve the implementation of Integration of Primary Services at Community Health Centers program of Occupational Health efforts, achieve Occupational Health and Safety Health Care Fasilities indicators in accordance with standards so as to prevent and reduce occupational diseases and work-related accidents.

Kata Kunci : instrumen, kesehatan kerja, Puskemas, layanan primer

  1. S2-2025-530961-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530961-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530961-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530961-title.pdf