Hubungan antara ekspresi reseptor vitamin D (VDR) dengan subtipe histologi serta kejadian metastasis pada pasien osteosarcoma
Isra Baly, dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp. P.A. Subsp. MS (K), Subsp. SM (K); Dian Caturini Sulistyoningrum, BSc., MSc., Ph.D
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Patologi Anatomi
Latar Belakang: Osteosarcoma merupakan tumor tulang ganas primer yang berasal dari jaringan mesenkim, menyumbang sekitar 20% kasus tumor tulang ganas, dengan insidensi tertinggi pada anak-remaja dan puncak kedua pada usia lanjut. Tumor ini memiliki beberapa subtipe histologis, bersifat agresif dan memiliki potensi metastasis tinggi, terutama ke paru-paru. Vitamin D, melalui bentuk aktif 1,25(OH)2D3 berikatan dengan reseptor vitamin D (VDR), menimbulkan efek antiproliferatif, pro-apoptotik, serta menghambat angiogenesis dan metastasis, menjadikannya relevan dalam penelitian terapi kanker, termasuk osteosarcoma. Ekspresi VDR terdeteksi pada berbagai jaringan, penelitian terdahulu menunjukkan korelasi positif antara ekspresi VDR tinggi dengan prognosis kanker yang lebih baik. Namun, penelitian mengenai hubungan ekspresi VDR dengan subtipe histologis dan kejadian metastasis pada osteosarcoma masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut di bidang ini.
Metode: Ekspresi VDR dianalisis dengan metode imunohistokimia pada blok parafin jaringan pasien osteosarcoma di RSUP Dr. Sardjito, yang telah terdiagnosis secara histopatologi pada tahun 2019–2025. Penilaian ekspresi VDR dilakukan oleh dua observer independen, dan reliabilitas dinilai menggunakan Cohen’s kappa. Ekspresi VDR dikategorikan menjadi signifikan/tidak signifikan. Hubungan antara ekspresi VDR dengan subtipe histologi serta kejadian metastasis pada pasien osteosarcoma dianalisis secara statistik.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 57 pasien osteosarcoma dengan mayoritas laki-laki (66,7%) serta rerata usia 19,91 ± 10,8 tahun. Subtipe histologi terbanyak adalah konvensional (94,7%), mayoritas memiliki derajat histologis tinggi (94,7%). Ekspresi VDR signifikan ditemukan pada 43,9% kasus, sedangkan metastasis dijumpai pada 43,9% pasien. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara ekspresi VDR dengan subtipe histologi (p = 0,499) maupun derajat histologi (p = 0,120). Namun, terdapat hubungan bermakna antara ekspresi VDR dan kejadian metastasis (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Kesimpulan:
Ekspresi VDR tidak berhubungan dengan subtipe maupun derajat histologi, namun berhubungan signifikan dengan kejadian metastasis osteosarcoma, terutama pada pasien dengan kadar vitamin D serum rendah (insufisiensi atau defisiensi). Aktivitas jalur vitamin D/VDR berperan penting dalam regulasi proliferasi, diferensiasi, dan invasi sel tumor, serta berpotensi menjadi biomarker molekuler dan target terapi adjuvan berbasis vitamin D dalam pengendalian progresivitas osteosarcoma.
Background: Osteosarcoma is a primary malignant bone tumor of mesenchymal tissue, accounting for approximately 20% of all malignant bone tumors, with the highest incidence in children and a second peak in older adults. It has several histopathological subtypes with distinct characteristics and prognoses but is generally aggressive and highly metastatic, particularly to the lungs. Vitamin D, through its active form 1,25(OH)2D3, binds to the vitamin D receptor (VDR), exerting antiproliferative, pro-apoptotic, anti-angiogenic, and anti-metastatic effects, making it relevant in cancer therapy research, including osteosarcoma. While high VDR expression has been linked to better prognosis in several cancers, its role in osteosarcoma remains unclear and requires further research.
Method: VDR expression was analyzed using immunohistochemistry on paraffin-embedded tissue blocks of osteosarcoma patients diagnosed histopathologically at Dr. Sardjito General Hospital between 2019 and 2025. VDR expression was assessed independently by two observers, with inter-rater reliability measured using Cohen’s kappa. VDR expression was categorized as significant or non-significant. The association between VDR expression, histological subtypes, and metastasis in osteosarcoma patients was analyzed statistically.
Result: This study involved 57 osteosarcoma patients, the majority of whom were male (66.7%), with a mean age of 19.91 ± 10.8 years. The most common histological subtype was conventional osteosarcoma (94.7%), and most cases were of high histological grade (94.7%). Significant VDR expression was observed in 43.9% of cases, while metastasis occurred in 43.9% of patients. Statistical analysis showed no significant association between VDR expression and histological subtype (p = 0.499) or histological grade (p = 0.120). However, a significant association was found between VDR expression and metastasis (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Conclusion: VDR expression was not associated with histological subtype or tumor grade but showed a significant relationship with metastasis, particularly among patients with low serum vitamin D levels (insufficiency or deficiency). The vitamin D/VDR pathway plays an important role in regulating tumor cell proliferation, differentiation, and invasion, and may serve as a potential molecular biomarker and adjuvant therapeutic target in controlling osteosarcoma progression.
Kata Kunci : Osteosarcoma, histological subtype, Vitamin D receptor, metastatic