Humanisme Sebagai Ideologi Perjuangan Rakyat Irak Di Tengah Konflik Dalam Antologi Puisi Hatab Karya Gulala Nouri: Kritik Materialisme Terry Eagleton
Vania Aini Sadikin, Dr. Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Irak selama beberapa dekade mengalami konflik berkepanjangan sejak perang Teluk I tahun 1988 hingga perang Teluk III tahun 2003. Rangkaian perang tersebut menimbulkan penderitaan yang kemudian membangkitkan perjuangan rakyat Irak terhadap kekuasaan yang menindas. Bentuk perjuangan hadir melalui karya sastra Gulala Nouri, penyair Irak yang sejak kecil menyaksikan tragedi kemanusiaan di negerinya. Pengalaman tersebut melahirkan kepekaan sosial dan kemanusiaan yang diekspresikan melalui puisi sebagai media refleksi sosial Irak di tengah konflik. Puisi-puisi Nouri tidak hanya memindahkan kenyataan sosial, tetapi juga membentuk struktur ideologis yang merepresentasikan pandangan dunianya. Sastra khususnya puisi merupakan produk sosial yang terikat pada ideologi tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori kritik materialisme Terry Eagleton untuk mengungkap keterkaitan antara struktur sosial dan produksi teks meliputi general mode of production (GMP), literary mode of production (LMP), general ideology (GI), authorial ideology (AuI), aesthetic ideology (AI), dan text. Metode pembahasan yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu fenomena secara mendalam. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa antologi puisi Hatab merepresentasikan humanisme sebagai ideologi perjuangan rakyat Irak di tengah konflik yang diwujudkan melalui dua bentuk, yaitu cinta dan kepeduliaan di tengah perang. Kedua aspek ini menjadi simbol perjuangan moral dan spiritual rakyat Irak untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehancuran perang. Melalui ekspresi cinta dan kepeduliaan, Nouri berupaya menyadarkan masyarakat Irak agar tidak kehilangan jati diri dan nilai kemanusiaannya. Dengan demikian, humanisme salam puisi-puisi Gulala Nouri menjadi kekuataan ideologis yang merepresentasikan perjuangan rakyat Irak untuk mewujudkan perdamaian dan kehidupan yang lebih manusiawi. Kata Kunci: Humanisme, Konflik Irak, Gulala Nouri, Materialisme Eagleton
Iraq has experienced decades of prolonged conflict, from the First Gulf War in 1988 to the Third Gulf War in 2003. This series of wars brought immense suffering, which in turn sparked the Iraqi people's strunggle against oppressive powers. The form of this struggle is reflected in the literary works of Gulala Nouri, an Iraqi poet who, since childhood, has witnessed the humanitarian tragedies in her homeland. These experiencess throught poetry as a medium of social reflection amid Iraq's conflict. Nouri's poems do not merely reproduce social reality but also construct an ideological structure that represents her worldview. Literature, particulary poetry, is a social product bound to specific ideologies. Therefore, this research applies Terry Eagleton's theory of materialist criticism to reveal the interrelation between social structure and textual production, encompassing the general mode of production (GMP), literary mode of production (LMP), general ideology (GI), authorial ideology (AuI), aesthetic ideology (AI), and text. The method used is descriptive analytic, a research approach aimed at describing and deeply analyzing a phenomenon. The results of the study indicate that the poetry anthology Hatab represent humanism as the ideology of the Iraqi people's struggle amid conflict, manifested in two forms: love and compassion during wartime. These two aspects symbolize the moral and spiritual struggle of the Iraqi people to preserve human values in the midst of destruction. Throught expressions of love and compassion, Nouri seeks to awaken the Iraqi people so that they do not lose their identity and humanity. Thus, humanism in Gulala Nouri's poetry becomes an ideological force that represents the Iraqi people's struggle to achieve peace and more humane life. Keywords: Humanism, Iraqi Conflict, Gulala Nouri, Eagleton's materialism
Kata Kunci : Humanisme, Konflik Irak, Gulala Nouri, Materialisme Eagleton