Laporkan Masalah

Analisa pengembangan daerah irigasi baru di DAS Ngrancah Kabupaten Kulon Progo

PURWANTORO, Dwi, Dr.Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Sumberdaya A

Kabupaten Kulon Progo mempunyai luas wilayah 586,27 km2 dengan luas lahan sawah 10.918 hektar dan lahan kering 47.709 hektar. Sungai utama yang dimiliki ada dua di antaranya adalah Sungai Serang. Di sepanjang Sungai Serang terdapat banyak bendung untuk kepentingan irigasi, dua di antaranya adalah Bendung Pengasih dan Pekik Jamal, selain dari Sungai Serang sumber airnya berasal dari Waduk Sermo melalui Sungai Ngrancah. Pada Sungai Ngrancah akan dikembangkan daerah irigasi baru di hilir Waduk Sermo. Suplesi dari Waduk Sermo selain untuk memenuhi kekurangan air untuk Daerah Irigasi Pengasih seluas 2200 hektar dan Pekik Jamal seluas 868 hektar, juga akan digunakan untuk pengembangan Daerah Irigasi Kamal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan total luas tanam optimum dengan mengoptimalkan alokasi pemanfaatan debit Sungai Serang dan suplesi Waduk Sermo. Hasil penelitian diharapkan memberikan solusi luas tanam yang optimal menurut jenis komoditi tanaman berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan air serta dapat memberikan masukan kepada pengambil keputusan tentang pengelolaan sumberdaya air Sungai Serang dan Waduk Sermo. Analisis optimasi dilakukan dengan menggunakan program linier (Lindo versi 6.1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tanam optimum yang diperoleh sangat ditentukan oleh debit yang dialokasikan. Daerah irigasi baru yang dapat dikembangkan untuk daerah irigasi Kamal seluas 200 hektar. Untuk alokasi debit minimum Sungai Serang, luas tanam optimum awal tanam Oktober 7039,43 ha atau intensitas tanam 215,40 %, November 6634,96 ha atau dengan intensitas tanam 203,03 %, dan awal Desember 6657,05 ha atau intensitas tanam 203,70 %. Untuk alokasi debit minimum ditambah suplesi Waduk Sermo 1.70 m3, luas tanam optimum awal tanam Oktober 8889,66 ha atau intensitas tanam 272,02 %, November 9241,38 ha atau intensitas tanam 282,79 %, dan Desember 9473,14 ha atau intensitas tanam 289,88 %.

The Kulon Progo District has an area of 586,27 km2 consists of 10.918 hectares (Ha) of paddy fields and 47.709 Ha of dry upland. There are two main rivers and one of them is Serang River. Many irrigation structures have been built along the river, Pengasih and Pekik Jamal Weirs are two of them. Water suppletion to both weirs comes from Sermo Dam, through Ngrancah River. Kamal irrigation area will be developed alongside of Ngrancah River just downstream of the dam. Water supply from Sermo Dam, will be used to cover irrigation demand of Pengasih area 2200 Ha and Pekik Jamal area 868 Ha, beside the need of irrigation development in Kamal irrigation area. The objective of this study is to obtain optimum total crop area by mean of optimizing irrigation water allocation from Serang River and Sermo Dam. The outcome of study is expected to give an optimal determination of irrigation area according to the crop commodity and water balance. It can also provide input to the decision makers of water resource management of Serang River and Sermo Dam system. The optimizing analysis is done using a linear programming, Lindo version 6.1. Results of this study show that optimum crop area can be obtained by determining appropriate amount of irrigation water allocation. The new Kamal irrigation development area is 200 Ha. The allocated irrigation water from minimum discharges of Serang and Ngrancah River give optimum crop area of 7.039,43 Ha, 6.634,96 Ha and 6.657,05 Ha; or equals to crop intensity of 215,40%, 203,03% and 203,70%; where crop season started from October, November and December respectively. Water suppletion of 1,70 m3/sec from Sermo Dam added to the minimum discharge of Serang and Ngrancah River give the optimum crop area of 8.889,66 Ha, 9.241,38 Ha and 9.473,14 Ha; or equals to 272,02%, 282,79% and 289,88%, where crop season started from October, November and December, respectively.

Kata Kunci : Daerah Aliran Sungai, Pengembangan Irigasi, development, water allocation, optimum crop area.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.