Laporkan Masalah

Korelasi antara umur tegakan jati (Tectona grandis) dengan nilai spektralnya pada citra digital landsat ETM+ di KPH Randublatung Jawa Tengah

Hervina Anggraheni, Dr. Hartono, DESS; Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Sumberdaya hutan mempunyai potensi pemanfaatan yang besar untuk berbagai aspek kehidupan manusia. Pengelolaan hutan tidak hanya diarahkan untuk kepentingan aspek ekonomi, melainkan harus diarahkan pula agar keseimbangan lingkungan hidup tetap terjaga. Sumberdaya hutan di Indonesia dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan negara, yaitu menunjang upaya perwujudan masyarakat yang adil dan makmur secara merata. Inventarisasi data sumberdaya hutan dapat dilakukan secara terestrial maupun dengan menerapkan penginderaan jauh. Penelitian ini menggunakan data satelit penginderaan jauh untuk studi vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji korelasi antara nilai kecerahan pada data digital Landsat ETM+ dengan umur tegakan jati dan memilih transformasi terbaik untuk menonjolkan umur tegakan jati. Data primer yang digunakan adalah data digital Landsat ETM+. Lokasi penelitian meliputi jenis tegakan jati yang terdapat di KPH Randublatung, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks vegetasi, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan obyek penelitian memiliki umur yang berbeda. Perbedaan umur tersebut menyebabkan perbedaan psiognomi vegetasi karena nilai kecerahan pada data digital penginderaan jauh diwujudkan dengan nilai piksel. Pemilihan lokasi sampel dilakukan dengan mempertimbangkan kelas umur tegakan jati yang terdapat pada daerah penelitian. Jumlah sampel yang dipilih pada penelitian ini sebanyak 35 lokasi titik sampel. Analisis data menggunakan analisis statistik dengan persamaan regresi Power Law Y = a X dimana Y sebagai parameter terikat adalah nilai kecerahan pada saluran tunggal dan transformasi indeks vegetasi, sedangkan X sebagai variabel bebas adalah parameter umur tegakan jati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saluran 2, 3, 4, 5, dan 7 memiliki hubungan positif dengan umur tegakan jati, sedangkan pada saluran 1 memiliki hubungan negatif. Korelasi tertinggi untuk saluran tunggal diperoleh pada saluran 4 yaitu sebesar 0,49. Hasil uji korelasi dan regresi yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa transformasi menggunakan DVI menunjukkan hasil yang terbaik dengan korelasi sebesar 0,57 untuk menonjolkan aspek umur tegakan jati, sehingga transformasi DVI dijadikan sebagai dasar pengubahan untuk membuat peta agihan umur tegakan jati. Pengubahan tersebut dengan menggunakan rumus exp ((log (DVI) 95,972432 * log (95,972432)) / 0,104073). Hasil akhir pada penelitian ini adalah peta agihan umur tegakan jati yang dilengkapi dengan deskripsi korelasi antara umur tegakan jati dengan nilai spektralnya pada citra digital Landsat ETM+.

Forest resources has great advantages for many aspects of human life. Forest management is not only oriented for the sake of economic aspect, but it has Indonesia is managed and used for the country, that is to support the effort of the prosperous and fair people's realization equally. The forest resources data gethering for it management can be done either by terestrial survey or by applying remote sensing. This research used satellite data for vegetation study. The research objectives were to investigate correlation between brightness value of the Landsat ETM digital data with age of teak forest, and to choose the best transformation type to show age of teak forest. The primary data used in this research was derived from the Landsat ETM+ digital data. The research location was in KPH Randublatung, Central Java. The method used in this research was vegetation index and the samples used purposive sampling strategy. It was used by considering that teak forest has various age that cause differences of vegetation psiognomy. The samples were choosen by considering the age classes of teak forest which were found in the research area. There were 35 samples used in this research. The statistical analysis used in this research was regresion equation Power Law Ya X, where Y was dependent variable, that was the brightness value of the single band and the vegetation index transformation. Whereas X was an independent variable, that was the parameter of teak age. The research result by using the statistical analysis of correlation and regresion, showed that the hands 2, 3, 4, 5 and 7 have positive correlation with teak age forest with r 0.15; 0.03; 0.49; 0.22; 0.32 respectively. The band 1 have negative correlation with teak age forest with r = -0.13. The highest correlation for the single band is band 4, that r 0.49. The best transformation image showing teak age variation is DVI with r 0.57, so that DVI became the basic image to produce teak age distribution map. The final result in this research is description about correlation between both parameters that completed with the map of teak age distribution.

Kata Kunci : Umur Tegakan jati,Citra digital landsat ETM,Blora,Jawa Tengah

  1. S1-2005-150335-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-150335-Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-150335-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-150335-Title.pdf