Laporkan Masalah

BEYOND SURVIVAL: AN AUTOETHNOGRAPHIC REFLECTIONS OF OPENING THE PANDORA BOX OF CHILD SEXUAL ABUSE’S IN ADULTHOOD

Diyanah Nisa Halimatussa'diah, Dr. Realisa Darathea Masardi, S.Ant., M.A.

2025 | Tesis | S2 Antropologi

Artikel ini mengeksplorasi perjalanan yang kompleks dan multifaset dari korban pelecehan seksual anak yang telah dewasa menggunakan metode autoetnografi untuk memberikan perspektif alternatif dan intim mengenai pelecehan seksual, serta membahas implikasi emosional, psikologis, dan budaya dari pelecehan tersebut. Studi ini dilakukan antara Januari–September 2024 di Yogyakarta, melibatkan empat korban pelecehan seksual anak yang telah dewasa, termasuk penulis, yang berkolaborasi melalui serangkaian lokakarya penulisan autoetnografi. Studi ini merefleksikan dampak jangka panjang trauma, termasuk proses penyembuhan, perjalanan mencari makna, dan menemukan penutupan (closure). Penelitian ini menyoroti pentingnya refleksi diri, bercerita, serta mengeksplorasi tantangan sosial dan stigma yang dihadapi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti perbedaan signifikan dalam mengungkapkan pengalaman trauma pribadi sebagai bentuk penyembuhan. Metode yang digunakan adalah autoetnografi melalui analisis arsip yang ditulis oleh penyintas dewasa pelecehan seksual anak sebagai sarana penyembuhan kolektif dan dukungan sesama. Dengan menggunakan pendekatan autoetnografi, penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana penyintas pelecehan seksual anak yang telah dewasa menjalani hidup mereka melampaui fase bertahan hidup, dengan tujuan akhir untuk merebut kembali identitas mereka dan merumuskan ulang narasi mereka yang sebelumnya didominasi oleh perspektif laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dalam etnografi kolektif ini telah meningkatkan penerimaan diri mereka melalui pengungkapan pengalaman mereka. 

This article explores the complex and multifaceted journey of adult survivors of child sexual abuse using an autoethnographic methods to provide an alternate and intimate perspective regarding sexual abuse and talks about emotional, psychological, and cultural implications of the abuse. This study was conducted between January–September 2024 in Yogyakarta, involving four adult survivors of child sexual abuse, including the author, who collaborated through a series of autoethnographic writing workshops. The study reflects on the long-term effects of trauma, including the process of healing, journey to meaning making and finding closure. The research highlights the importance of self-reflection, storytelling, and examines the societal challenges and stigmas that survivors face. The research aimed to highlight the significant difference in disclosing personal trauma experiences as a form of healing. The method uses autoethnography through archive analysis written by adult survivors of child sexual abuse as means for collective healing and peer support. By offering an autoethnographic lens, the study aims to fosters deeper understanding of how adult survivors of child sexual abuse navigate their lives beyond survival, ultimately seeking to reclaim their identities and reframe their narratives which used to be dominated by men’s perspectives. The result shows that the people involved in this collective ethnography have increased their self-acceptance through having disclosure of their experiences. 


Kata Kunci : autoethnography, child sexual abuse, adult survivors, storytelling, healing

  1. S2-2025-509781-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509781-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509781-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509781-title.pdf