Laporkan Masalah

PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK TERKAIT PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA TENAGA KESEHATAN WANITA DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA BESERTA FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRAKTIKNYA

HINDUN WILDANI WAHAB, Dr. dr. Addin Trirahmanto, Sp.O.G.Subsp.Onk; Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.O.G.Subsp.Obginsos; Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes

2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar belakang: Kanker serviks menempati peringkat ke-9 dalam insiden kanker di seluruh dunia, dengan Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan insiden tertinggi di Asia. Dengan inisiatif global yang menerapkan program 90-70-90, yang bertujuan untuk memastikan 90% perempuan divaksinasi dan 70% perempuan menjalani skrining, para tenaga kesehatan berperan dalam mencapai tujuan ini.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan praktik tenaga kesehatan wanita mengenai pencegahan kanker serviks beserta 

faktor yang memengaruhi praktiknya.

Metode: Populasi penelitian adalah bidan, perawat wanita, dokter umum (residen) wanita, dan dokter spesialis wanita yang berstatus menikah dan pernah menikah serta berpraktik di RSUP Dr. Sardjito dengan rentang usia 20-55 tahun. Desain penelitian ini adalah metode campuran eksplanatori-sekuensial; data kuantitatif akan diperoleh terlebih dahulu menggunakan kuesioner, diikuti dengan wawancara mendalam semi-terstruktur untuk data kualitatif. Kuesioner dikembangkan melalui tinjauan pustaka dan divalidasi oleh kelompok kerja pakar serta uji reliabilitas. Panduan kualitatif juga diperoleh melalui tinjauan pustaka dan kelompok kerja pakar.

Hasil: Enam puluh persen dari 260 tenaga kesehatan wanita memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi; 49,6% memiliki sikap positif; 44,2% telah menjalani skrining dan hanya 22,3% responden yang telah divaksinasi HPV. Profesi, usia, dan tingkat pendidikan semuanya memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan, di mana dokter umum memiliki pengetahuan tertinggi (81,6%; p=0,047). Usia dan pengalaman kerja memengaruhi praktik vaksinasi dan skrining, sedangkan profesi dan tingkat pendidikan hanya memengaruhi praktik vaksinasi. Dalam analisis multivariat, dokter umum dan spesialis lebih mungkin telah divaksinasi (OR 5,25; p=0,029 dan OR 6,1; p=0,214); sementara tenaga kesehatan wanita yang usia lebih dari 40 tahun lebih mungkin menjalani skrining (p=0,010; p=0,003). Berdasarkan hasil data kualitatif, faktor-faktor yang menjelaskan sebagian besar sikap negatif, rendahnya skrining dan praktik vaksinasi meliputi hambatan seperti tingginya harga vaksinasi dan pap smear, persepsi kerentanan, dan persepsi skrining.

Kesimpulan: Tingkat pengetahuan yang tinggi dan sikap yang positif pada tenaga kesehatan wanita tidak diiringi dengan praktik pencegahan kanker serviks yang adekuat. Praktik yang belum adekuat terjadi karena hambatan terutama terkait persepsi skrining dan vaksinasi yang negatif. 


Backgrounds: Cervical cancer ranks 9th in cancer incidences worldwide of which  South East Asia is one of the regions in Asia with the most incidences. With global initiatives implementing the 90-70-90 program where it aims to have 90% of women vaccinated and 70% of women have undergone screening, health professionals play a role in achieving this goal. 

Objectives: This study aims to understand the level of knowledge, attitude and practice of female health professionals regarding cervical cancer prevention and 

factors influencing their practice.

Methods: Population study were midwives, female nurses, female general physicians (residents) and female specialists who were married or had once been married practicing in RSUP Dr. Sardjito between the ages of 20-55. This is a explanatory-sequential mixed method study design where quantitative data will be obtained first, using a questionnaire, followed by a semi-structured in-depth interview for the qualitative data. Questionnaire was developed through literature review and validated by an expert working group and test for reliability. The qualitative guide was also obtained through literature review and an expert working group.

Results: Sixty percent out of 260 female health professionals had high levels of knowledge; 49,6% had positive attitude; 44.2% had undergone screening and only 22.3% of respondents had already been vaccinated against HPV. Profession, age and degree of education all had a significant relationship with level of knowledge, of which general physicians had the highest knowledge (81.6%; p=0.047). Both age and work experience influenced vaccination and screening practices, whereas profession and degree of education influenced only vaccination practices. In multivariate analysis, general physicians and specialists are more likely to have been vaccinated (OR 5.25; p=0.029 and OR 6.1; p=0.214); while female health professionals above 40 years old are more likely to undergo screening (p=0.010; p=0.003). Upon qualitative data results, factors explaining the mostly negative attitude, low screening and vaccination practices include barriers such as the high price of vaccination and pap smear, perceived susceptibility, and perception of screening. 

Conclusion: High level of knowledge and positive attitude is not followed by adequate practice of cervical cancer prevention. Inadequate practice occurs due to barriers primarily concerning the negative perception of screening and vaccination.

Kata Kunci : Tenaga kesehatan wanita, pengetahuan, sikap, praktik, pencegahan kanker serviks, metode campuran

  1. SPESIALIS-2026-468502-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2026-468502-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2026-468502-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2026-468502-title.pdf