Terapi Lynxacariasis pada kucing menggunakan Selamectin dan Sarolaner
teguh rianda, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P; Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto
2025 | Tesis | S2 Sain Veteriner
Infestasi ektoparasit merupakan permasalahan yang umum ditemukan pada kucing dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang bermakna. Lynxacariasis yaitu infestasi pada rambut yang disebabkan oleh tungau Lynxacarus radovskyi. Laporan mengenai kasus ini di Indonesia masih terbatas. Selamectin dan sarolaner termasuk antiektoparasit golongan baru yang memiliki spektrum luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis, profil dan kimia darah, serta efektivitas terapi selamectin, sarolaner dan kombinasi pada kucing yang terinfestasi L. radovskyi. Penelitian menggunakan 36 ekor kucing yang didiagnosis lynxacariasis berdasarkan gejala klinis dari beberapa klinik hewan di Sumatera Barat. Kucing dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, yaitu selamectin (Kelompok I), sarolaner (Kelompok II), dan kombinasi (Kelompok III). Pemeriksaan klinis dan laboratorik dilakukan terhadap sampel rambut dan darah. Evaluasi rambut dilakukan pada hari ke-0, 14, dan 28, sedangkan pemeriksaan hematologi dan kimia darah dilakukan pada hari ke-0 dan 28. Data klinis dianalisis secara deskriptif, sedangkan profil dan kimia darah dianalisis menggunakan uji t. Efektivitas terapi diuji menggunakan ANOVA pengukuran berulang yang dilanjutkan dengan uji lanjut sesuai kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kucing pada ketiga kelompok menampilkan gejala klinis khas berupa “butiran merica”. Tungau tidak lagi terdeteksi sejak hari ke-14 pascaterapi dan kondisi tersebut menetap hingga hari ke-28 pada seluruh kelompok. Pemeriksaan hematologi menunjukkan monositosis, peningkatan MCHC, dan trombositopenia. Pemeriksaan kimia darah menunjukkan peningkatan SGPT pada kelompok selamectin dan sarolaner dan peningkatan SGOT dan SGPT pada kelompok kombinasi. Parameter ginjal tetap berada dalam batas normal. Terapi selamectin, sarolaner dan kombinasi sama-sama efektif dalam mengendalikan tungau L. radovskyi pada kucing.
Ectoparasite infestation is a common health problem in cats and may lead to clinically significant disorders. Lynxacariasis a hair infestation caused by the mite Lynxacarus radovskyi, remains rarely reported in Indonesia. Selamectin and sarolaner are newer classes of ectoparasiticides with broad antiparasitic activity. This study aimed to describe the clinical manifestations, hematological and biochemical profiles, and therapeutic effectiveness of selamectin, sarolaner, and their combination in cats infested with L. radovskyi. A total of 36 cats diagnosed with lynxacariasis based on clinical signs from several veterinary clinics in West Sumatra were included in this study. The cats were allocated into three treatment groups: selamectin (Group I), sarolaner (Group II), and combined selamectin–sarolaner therapy (Group III). Clinical examinations and laboratory assessments of hair and blood samples were conducted. Hair evaluations were performed on days 0, 14, and 28, whereas hematological and serum biochemical analyses were conducted on days 0 and 28. Clinical data were analyzed descriptively, while hematological and biochemical profiles were assessed using t-tests. Treatment effectiveness was evaluated using repeated-measures ANOVA followed by appropriate post-hoc tests. The results showed that all cats exhibited characteristic “pepper-like” clinical signs. Mites were no longer detected from day 14 post-treatment, and this status persisted through day 28 in all groups. Hematological evaluation revealed monocytosis, increased MCHC, and thrombocytopenia. Serum biochemical analysis showed increased SGPT levels in the selamectin and sarolaner groups, and increased SGPT and SGOT levels in the combination group. Renal parameters remained within normal limits. In conclusion, selamectin, sarolaner, and their combination were all effective in controlling L. radovskyi infestation in cats.
Kata Kunci : Lynxacarus radovskyi, Terapi, Selamectin, Sarolaner