Laporkan Masalah

Pola perkembangan kota Padang propinsi Sumatera Barat (tahun 1986-2000)

Fitriana Syahar, Drs. R. Rijanta, M.Sc.

2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota dengan sifat kedinamisannya mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Salah satu penyebab utamanya adalah pertambahan penduduk di dalam kota yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan ruang, sedangkan ruang kota bersifat tetap. Keterbatasan ruang kota ini menyebabkan perkembangan kota bergerak ke arah luar kota/pinggiran kota. Fenomena ini melatar belakangi judul penelitian "Pola Perkembangan Kota Padang Propinsi Sumatera Barat (Tahun 1986-2000)". Penelitian tentang perkembangan Kota Padang bertujuan (1) Untuk mengetahui pola dan arah perkembangan Kota Padang, (2) Untuk mengetahui faktor lingkungan dan faktor manusia (artificial fuctor) sebagai internal factor serta external factor yang berpengaruh terhadap perkembangan Kota Padang Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa data sekunder yang menggunakan pendekatan kompleks wilayah. Data yang digunakan diperoleh dari beberapa instansi pemerintah maupun lembaga yang terkait dengan melakukan wawancara dan observasi lapangan dengan unit analisis kabupaten. Analisis data menggunakan analisis peta dengan teknik overlay dan analisis deskriptif guna memperkuat hasil penelitian yang telah dilakukan, sedangkan untuk mengetahui hirarki pusat pelayanan dilakukan pengukuran pada variabel ketersediaan fasilitas sosial ekonomi tiap kecamatan dengan cara scoring Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perkembangan Kota Padang mengarah ke utara, timur dan selatan kota dengan pola linear mengikuti jalan pada pengamatan skala besar dan pola grad pada pengamatan skala kecil, (2) Kondisi topografi daerah penelitian mempengaruhi pola dan kecendrungan (trend) arah perkembangan Kota Padang, (3) Perkembangan Kota Padang disebabkan oleh adanya pengaruh internal berupa faktor lingkungan yaitu topografi, hidrologi dan faktor manusia (artificial factor) meliputi: kebijakan tata ruang, aktivitas developers, investasi pemerintah dan swasta, aksessibilitas, kawasan industri, fasilitas sosial ekonomi, pertumbuhan penduduk, sedangkan pengaruh exxternal yaitu adanya dengan hinterland kota

City and its dynamic characteristics always change time by time. One of the main reasons is population density rate in the city always accompanied by increasing space need, but on the other hand city space constantly Limited city space caused city development moving to sub urban which resulted physical city appearance spreading or generally called as expansion. That is what forms the background of this study "Padang City Expansion Pattern of West Sumatera Province (1986-2000) This study about Padang City expansion has the following purposes: 1) to recognize pattern and direction of Padang City expansion, 2) to recognize internal factors (environment factors and artificial factors) and external factors affectiny city expansion. Methode applied in this research were secundary data analysis with regional complex approach. Data used were collected from government office and related institution by recording interviewing and observation techniques. Data analysis was done by mapping and overlay techniques as well as descriptif analysis. The hierarchy of service center was determinet by sosial economic facilities capacities variable at every distric area using scoring techniques. Data processing was done by using computer programs The research shows that (1) The development direction of Padang City was to the north, east and south with finear pattern following the road if observed by small scale map and grid pattern if observed by large scale of map. (2) Direction trend and Padang city expansion was caused by topographic condition at research area (3) Padang City development was caused by internal factors, ie environmental factors such as topography, frydrology, and artificial factors such as city structure policy, developer activities, public and private investments, accessibility, industrial area, social economic facilities, and population density rate. Whereas external factors mfluence city development from city hinterland in form of inter-regional transport activities

Kata Kunci : Fitriana Syahar

  1. S1-2003-119458-FITRIANA_SYAHAR-abstract.pdf  
  2. S1-2003-119458-FITRIANA_SYAHAR-bibliography.pdf  
  3. S1-2003-119458-FITRIANA_SYAHAR-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2003-119458-FITRIANA_SYAHAR-title.pdf