Laporkan Masalah

MENGANALISA PENGARUH NOTIFIKASI TERHADAP KEBERLANJUTAN DONOR DARAH UNTUK MENINGKATKAN KONSISTENSI PENDONOR DAN KETERSEDIAAN DARAH

Ernie Melianie Yulisye, Dr. dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.Hlth.Info

2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Latar Belakang: Unit Transfusi Darah (UTD) RS Persahabatan mulai melayani donor darah sejak bulan Juli tahun 2023. Sebagai upaya untuk memenuhi ketersediaan darah yang mencukupi di lingkungan rumah sakit  maka diperlukan strategi, yaitu membuat fitur notifikasi pada aplikasi ”Prima SIMRS” untuk meningkatan partisipasi donor darah dari pegawai ASN RS Persahabatan, fitur notifikasi ini mulai dilakukan sejak bulan Maret tahun 2024.   
Tujuan: Menganalisa penerapan fitur notifikasi keberlanjutan donor darah bagi pegawai ASN RS Persahabatan dan mengidentifikasi kendala yang ditemukan serta pengaruhnya terhadap ketersediaan darah. 
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pedoman kuesioner terhadap pihak-pihak yang terlibat, observasi dan studi dokumentasi kemudian dilakukan analisis tematik.   
Hasil Penelitian : Penelitian ini menganalisis penerapan fitur notifikasi keberlanjutan donor darah pada aplikasi “Prima SIMRS” menggunakan pendekatan HOT Fit. Fitur ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan motivasi pendonor, serta memberikan efisiensi waktu dalam penjadwalan dan pendaftaran. Data kinerja UTDRS menunjukkan bahwa produksi darah mandiri meningkat pada tahun 2025, yang berkorelasi dengan penurunan dropping PMI dan efisiensi biaya operasional. Meskipun demikian, efektivitasnya masih terhambat oleh kendala teknis seperti downtime aplikasi dan keterbatasan akses. Jangkauan fitur juga terbatas pada pegawai yang memiliki akses komputer, sehingga mengabaikan potensi pendonor dari luar rumah sakit. Harapan pengembangan fitur lebih lanjut, seperti notifikasi melalui WhatsApp atau SMS diungkapkan untuk memaksimalkan potensi fitur dalam menjamin ketersediaan stok darah secara berkelanjutan. 
Kesimpulan dan saran :  Penerapan fitur notifikasi keberlanjutan donor darah pada aplikasi "Prima SIMRS" di RS Persahabatan telah menunjukkan dampak positif yang signifikan. Secara keseluruhan, fitur ini terbukti efektif dalam meningkatkan konsistensi pendonor, memberikan kemudahan penjadwalan, dan efisiensi waktu pendaftaran serta meningkatkan kinerja UTDRS. Efektivitas fitur masih terhambat oleh kendala teknis dan terbatasnya jangkauan akses, yang memunculkan harapan untuk perluasan notifikasi melalui platform lain seperti WhatsApp atau SMS. Selanjutnya fitur ini masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut untuk mencapai potensi maksimal. 
Kata Kunci : keberlanjutan donor darah, notifikasi, transfusi darah, HOT Fit, kualitatif, studi kasus.

Background: The Blood Transfusion Unit (UTD) at Persahabatan Hospital began providing blood donation services in July 2023. To ensure an adequate blood supply within the hospital, a strategy was implemented: creating a notification feature on the “Prima SIMRS” application to increase blood donation participation among civil servants at Persahabatan Hospital. The implementation of the blood donation notification system began in March 2024. 

Objective: To analyze the implementation of the blood donation notification feature for civil servants at Persahabatan Hospital, identify the challenges encountered, and assess its impact on blood availability. 

Method: This study uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews accompanied with questionnaires to relevant parties, observations, and document reviews, followed by thematic analysis.  

Research Findings: This study analyzes the implementation of a continuous blood donor notification feature in the "Prima SIMRS" application using the HOT-Fit approach. The feature successfully increased donor knowledge and motivation, while also providing efficiency in scheduling and registration. UTDRS performance data indicates a significant increase in self-sufficient blood production in 2025, which correlates with a decrease in reliance on PMI's blood dropping and an improvement in operational cost-effectiveness. However, the feature's effectiveness is still hampered by technical constraints, such as application downtime and limited access. Its reach is confined to employees with computer access, thus neglecting potential donors from outside the hospital. The hope for further development, such as notification expansion via WhatsApp or SMS, was expressed to maximize the feature's potential in ensuring a sustainable blood supply. 

Conclusion and Recommendations: The implementation of the continuous blood donor notification feature at RS Persahabatan has shown a significant positive impact. The feature proved effective in increasing donor consistency, providing scheduling convenience and registration time efficiency, and ultimately improving UTDRS performance. However, its effectiveness is still hindered by technical constraints and limited access, which raises expectations for expanding notifications to other platforms like WhatsApp or SMS. Furthermore, this feature still has considerable room for further development to reach its full potential. 

Keywords: blood donation sustainability, notification, blood transfusion, HOT Fit, qualitative, case study. 

Kata Kunci : keberlanjutan donor darah, notifikasi, transfusi darah, HOT Fit, kualitatif, studi kasus

  1. S2-2025-501214-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501214-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501214-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501214-title.pdf