INTEGRASI RECURENT NEURAL NETWORK DAN DEEP Q-NETWORK UNTUK KENDALI IRIGASI PRESISI
FRANSISKUS SERFIAN JOGO, Prof. Ir. Oyas Wahyunggoro, M.T., Ph.D. ; Dr. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng.
2025 | Tesis | S2 Teknik Elektro
Irigasi pertanian menyumbang sebagian
besar konsumsi air global, sehingga memerlukan strategi irigasi yang cerdas.
Sistem konvensional—seperti irigasi tetap dan sistem kendali berbasis
evapotranspirasi (ET)—seringkali menunjukkan inefisiensi karena mengandalkan
pengukuran statis dan pengetahuan petani empiris, serta kurang memiliki
kemampuan pengambilan keputusan adaptif.
Untuk mengatasi tantangan ini, studi
ini menyajikan kerangka kerja berbasis IoT yang mengintegrasikan Recurrent Neural Networks (RNN) untuk prediksi cuaca multi-parameter dan Deep Q-Networks (DQN) untuk
keputusan irigasi adaptif dalam sebuah sistem closed-loop yang diimplementasikan pada perangkat edge (Raspberry Pi). Arsitektur
ini dirancang melalui tiga fase utama, yaitu (1) Development & Training Process, di mana model
RNN dilatih menggunakan data historis NASA POWER untuk memprediksi radiasi
matahari, curah hujan, dan Evapotranspirasi (ETo) dengan sliding window 7 hari, (2) Deployment, di mana model
yang telah dilatih diimplementasikan pada Raspberry Pi untuk inferensi real-time; dan (3) Testing & Implementation pada experimental testbed
tanaman tomat. Agen DQN belajar kebijakan irigasi melalui
interaksi dengan lingkungan simulasi menggunakan fungsi reward yang dirancang
untuk mempertahankan kelembaban tanah dalam rentang optimal antara Field Capacity (VFC = 80%) dan Management Allowable Depletion (VMAD= 50%), sekaligus meminimalkan penggunaan air.
RNN mencapai perkiraan presisi tinggi
untuk radiasi matahari, curah hujan, dan evapotranspirasi referensi (ETo)
dengan koefisien determinasi (R2) masing-masing
0,819, 0,915, dan 0,892, melampaui tolok ukur deep learning lainnya. Secara
bersamaan, agen DQN mempelajari kebijakan irigasi yang mengurangi konsumsi air
sebesar 16,6–25,3% dibandingkan dengan metode konvensional sambil
mempertahankan kelembaban tanah setelah irigasi di atas ambang batas kritis (VMAD = 0.50) dalam eksperimen di testbed. Arsitektur RNN-DQN yang
diusulkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi penggunaan air dan
pemeliharaan kesehatan tanaman, menawarkan solusi yang kuat untuk pertanian
cerdas di daerah gersang yang terbatas air dan kekurangan data.
Agricultural irrigation accounts for a
substantial portion of global water consumption, necessitating intelligent
irrigation strategies. Conventional systems—such as fixed irrigation
or evapotranspiration (ET)-based control often exhibit inefficiencies due to reliance
on static measurements and empirical farmer knowledge, lacking adaptive decision-making
capabilities.
To address these challenges, this
study presents an IoT-based framework that integrates Recurrent Neural Networks
(RNNs) for multi-parameter weather prediction and Deep Q-Networks (DQNs) for
adaptive irrigation decisions within a closed-loop system implemented on an
edge device (Raspberry Pi). This architecture was designed through three main
phases: (1) the Development & Training Process, where the RNN model was
trained using historical NASA POWER data to predict solar radiation, rainfall,
and Evapotranspiration (ETo) with a 7-day sliding window; (2) Deployment, where
the trained model was implemented on a Raspberry Pi for real-time inference;
and (3) Testing & Implementation on an experimental tomato plant testbed.
The DQN agent learned the irrigation policy through interaction with the
simulated environment using a reward function designed to maintain soil
moisture within the optimal range between field capacity (VFC = 80%) and
Management Allowable Depletion (VMAD= 50%), while minimizing water usage.
The RNN achieves high-precision
forecasts for solar radiation, rainfall, and reference evapotranspiration (ETo)
with determination coefficients (R2) of 0.819, 0.915, and 0.892, respectively,
surpassing other deep learning benchmarks. Simultaneously, the DQN agent learns
irrigation policies that reduce water consumption by 16.6-25.3% compared to
conventional methods while maintaining post-irrigation soil moisture above the
critical threshold (VMAD = 0.50) in testbed experiments. The proposed RNN-DQN architecture
demonstrates significant improvements in water-use efficiency and plant health
maintenance, offering a robust solution for smart agriculture in water-limited,
data-scarce arid regions.
Kata Kunci : Recurrent Neural Network (RNNs),Deep Q-Networks(DQNs), Irigasi Presisi, Efisiensi Penggunaan Air.