Status Kelenjar Getah Bening Aksila Ipsilateral Sebagai Prognosis Kekambuhan Lokoregional Pada Kanker Payudara Luminal Operabel di Rsup Dr Sardjito
Muhammad Ifan Alfian, Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B, Subsp.Onk(K); Dr. dr. R. Artanto Wahyono, Sp.B, Subsp.Onk(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah
Latar Belakang: Kanker payudara adalah kanker yang sering didiagnosis pada wanita dan penyebab kematian kedua pada wanita di seluruh dunia. Kanker payudara invasif tetap menjadi kanker paling umum di kalangan wanita di seluruh dunia. Status kelenjar getah bening aksila merupakan salah satu faktor prognosis terpenting pada pasien kanker payudara. Status kelenjar getah bening dapat dikaitkan dengan peningkatan kekambuhan locoregional.
Tujuan: Menilai status kelenjar getah bening (dalam bentuk rasio limfonodi) sebagai prognosis kekambuhan lokoregional pada kanker payudara luminal operabel di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain retrospektif, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Lymph Node Ratio (LNR) dan faktor-faktor klinikopatologis terhadap kejadian kekambuhan locoregional pada pasien kanker payudara luminal yang telah menjalani operasi di RSUP Dr. Sardjito.
Hasil: Analisis univariat dan multivariat menegaskan bahwa LNR tinggi secara signifikan meningkatkan risiko kekambuhan (OR hingga 32,0; p < 0>
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Lymph Node Ratio (LNR) merupakan faktor prognostik independen terhadap kekambuhan kanker payudara. Nilai LNR yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kekambuhan, terutama pada pasien dengan stadium N1. Integrasi LNR dalam stratifikasi risiko klinis disarankan untuk meningkatkan akurasi prognosis dan individualisasi terapi adjuvan.
Background: Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer among women and
the second leading cause of cancer-related death worldwide. Invasive breast
cancer remains the most prevalent cancer type in women globally. Axillary lymph
node status is one of the most important prognostic factors in breast cancer
patients and is associated with an increased risk of locoregional recurrence.
Objective: To evaluate the lymph node status, expressed as the Lymph Node Ratio
(LNR), as a prognostic factor for locoregional recurrence in operable luminal
breast cancer patients at Dr. Sardjito Hospital.
Methods: This study was an analytic observational retrospective study aimed
at analyzing the association between Lymph Node Ratio (LNR) and
clinicopathological factors with locoregional recurrence in luminal breast
cancer patients who underwent surgery at Dr. Sardjito Hospital.
Results: Univariate and multivariate analyses confirmed that a high LNR
significantly increased the risk of recurrence (OR up to 32.0; p < 0>
Conclusion: This study demonstrates that Lymph Node Ratio (LNR) is an
independent prognostic factor for breast cancer recurrence. A high LNR is
associated with an increased risk of recurrence, particularly in patients with
N1 stage. Integration of LNR into clinical risk stratification is recommended
to improve prognostic accuracy and personalize adjuvant therapy.
Kata Kunci : Rasio limfonodi aksila, prognosis, kekambuhan lokoregional dan kanker payudara / Axillary lymph node ratio, prognosis, locoregional recurrence, breast cancer