Faktor-faktor determinan perubahan harga dasar lahan dikecamatan Pancoran Mas kota Depok tahun 1999 dengan tahun 2000
Heni Yusnita, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A. DRS (Utrecht)
2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui perbedaan harga dasar lahan, harga pasaran lahan serta faktor-faktor yang mempengaruhi dari tahun 1990 sampai tahun 2000, Selain itu tulisan ini juga mengkaji tentang perbedaan perubahan harga dasar lahan, harga pasaran lahan serta sebarannya. Penelitian ini dilakuan di kecamatan Pancoran Mas yang terdiri dari sebelas kelurahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah secara acak terstratifikasi, di mana pemilihan sampel dilakukan dengan cara membagi populasi kedalam kelompok-kelompok homogen yang disebut strata dan kemudian sampel diambil secara acak. Banyaknya jumlah responden yang diambil adalah 105 responden. Data yang diperoleh dari responden meliputi data HPL tahun 1990 dan 2000, mutasi lahan, pemilikan lahan, ukuran lahan dan penggunaan lahan yang dilakukan dengan cara wawancara langsung. Selain itu data lain yang diperlukan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas BPN, Bappeda, PU, DLLAJ dan kelurahan setempat yang berupa data penggunaan lahan, topografi, iklim dan monografi desa. Teknik analisa data yang dilakukan dengan menggunakan analisa anova, koefisien korelasi uji F, analisa koefisien regresi berganda serta uji T dengan menggunakan paket program SPSS 10,0. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa Pertama, ada perbedaaan yang sangat signifikan antara harga dasar lahan dengan harga pasaran lahan Tingginya indeks perubahan harga pasaran lahan dibandingkan dengan indeks perubahan harga dasar lahan terjadi karena indeks perubahan harga dasar lahan ditetapkan setahun sekali. Di sisi lain harga pasaran sebagai harga yang ditawarkan oleh penjual atau permintaan pembeli di pasar bebas. Sehingga lebih berdasarkan atas nilai ekonomi. Hai ini mengindikasikan antara perbedaan harga dasar lahan dan harga pasaran lahan umumnya di tentukan oleh jual-beli serta harga penawaran ataupun permintaan lahan secara bebas. Hal ini dapat dilihat dari nilai indeks HDL. yang tertinggi hanya sebesar 15,0 sedangkan untuk nilai indeks HPL tertinggi sebesar 170. Selain itu rata-rata nilai HPL yang tertinggi berada di Kelurahan Depok Jaya yakni sebesar Rp 560000. Kedua, tinggi rendahnya nilai HPL lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang diukur berdasarkan jarak persil lahan terhadap jalan utama dan pasar mall dibandingkan dengan jarak lahan terhadap fasilitas sosial seperti sekolah. Oleh karena itu faktor aksesibilitas sangat menentukan terhadap tinggi rendahnya nilai suatu lahan. Ketiga, tinggi rendalnya HPI. ditentukan oleh bentuk penggunaan lahan, aksesibilitas, ukuran lahan yang dimiliki dan spekulator, sedangkan HDL. lebih banyak ditentukan oleh faktor intervensi pemerintah seperti perpajakan. Keempat, kebijakan pemerintah yang telah ada seperti UU diharapkan dapat mengontrol tingkat jual beli lahan pada daerah-daerah tertentu seperti daerah resapan air dan kawasan lindung agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.
This research is aims to study and comprehend the discrepancies found in land base land value, market land value, along with its determinant factors from year 1990 to year 2000. In addition, this research also pays close attention to land base land value differences, market land value as well as its dissemination. This research is conducted at Pancoran Mas subdistrict, consist of eleven villages. In order to reach our main purpose, this research is done by using survey method. Samples are determined by utilizing random-stratified techniques, where election sample is implemented by dividing population into homogeneous group so-called strata and at the end samples are taken at random. The grand total of samples from one subdistrict is 105 respondents. Data obtained from responders consist of land market value in 1990 and 2000, land mutation, land ownership, land size and land use. The method to obtain data is by direct interview. Additional data but of the same importance is secondary data that may be reached from BPN, Bapedda, PU, DLLAJ, as well as data that is available in the corresponding villages in the form of land use, topography, climate, and monographic information. Data analysis techniques will be carried out by using F test correlation coefficient analysis, multiple coefficient regression analysis and T test analysis that will be assisted with SPSS 10 (statistics software). The resulting research analysis indicate that first, there was a very significant difference between base land value and land market land value. The height index of market land value change that compared to base land value change index was caused by base land value change index specified one year once. On the other side market land value as price is offered by seller or buyer request in the free market, so that more by virtue of economic value. This matters indicate that the difference of base land value and market land value marketing generally was determined by merchant and also price of offer and land request freely. This matter is visible from the highest HDL. index value only equal to 15,0 while to highest HPL index value equal to 170. The average value of the highest HPL reside in the Depok Jaya Village namely equal to Rp 560000. Second, high lower of HPL value much more influenced by economics factor which measured pursuant to distance of land plot to main road and market/mall compared to a land distance to social facility like school. Therefore acsesibility factor was very determining to high lower of land value. Third, high lower of HPL determined by form of land use, acsessibilitas, size measure of land owned and speculator, while HDL much more determined by governmental intervention factor like taxation. Fourth, government policy which there have like UU expected can control the storey. level of land sales at certain area like diffusion area irrigate and covert area in order not to be happened the environmental damage.
Kata Kunci : Harga lahan,Perubahan lahan,Pancoran Mas,Depok,Jawa Barat