Laporkan Masalah

Pengaruh Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) terhadap Proliferasi Sel Fibroblas yang Dipapar Sinar Biru

Miya Khalidah, dr. Arief Budiyanto, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K; Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K

2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik

Latar Belakang: Paparan sinar biru dari matahari dan perangkat digital berkontribusi terhadap stres oksidatif pada kulit yang dapat menurunkan proliferasi sel fibroblas serta mempercepat penuaan kulit (photoaging). Kayu secang (Caesalpinia sappan) diketahui mengandung senyawa polifenol yang bersifat antioksidan kuat dan berpotensi menghambat efek negatif dari sinar biru terhadap fibroblas.  Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak kayu secang (C. sappan) terhadap proliferasi sel fibroblas yang dipapar sinar biru.  Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan sampel fibroblas dermis manusia dari jaringan preputium. Sel fibroblas dikultur dalam DMEM dengan pasase 3 dan dibagi menjadi enam kelompok perlakuan, yaitu satu kelompok fibroblas tanpa paparan sinar biru dan tanpa ekstrak kayu secang, satu kelompok fibroblas yang dipapar sinar biru tanpa ekstrak kayu secang, serta empat kelompok fibroblas dengan ekstrak kayu secang dalam konsentrasi yang berbeda (7,8125; 15,625; 31,25; 62,5 ?g/mL) yang dipapar sinar biru. Dosis sinar biru yang dipaparkan adalah 32,8 J/cm2. Proliferasi sel diukur menggunakan uji MTT dengan hasil berupa opstical density (OD) pada 24 dan 48 jam setelah paparan. Proliferasi sel merupakan perbandingan antara OD kelompok 48 jam dengan kelompok 24 jam.  Hasil: Paparan sinar biru menurunkan proliferasi fibroblas sebesar 41,95% (p<0>0,05).   Kesimpulan: Ekstrak kayu secang mampu meningkatkan proliferasi sel fibroblas yang dipapar sinar biru pada konsentrasi 7,8125; 15,625; dan 31,25 ?g/mL. Hasil ini menunjukkan ekstrak kayu secang merupakan bahan alami yang berpotensi dalam pengembangan produk anti-penuaan kulit dan fotoprotektif.   

Background: Exposure to blue light from sunlight and digital devices contributes to oxidative stress in the skin, which can reduce fibroblast cell proliferation and accelerate skin aging (photoaging). Sappan wood (Caesalpinia sappan) issappan extract is a promising natural ingredient for the development of anti-aging and photoprotectiveive effects of blue light on fibroblasts.  Objective: To understand the effect of C. sappan extract on the fibroblast proliferation exposed to blue light.  Methods: This in vitro experimental study used human dermal fibroblast samples from foreskin. Fibroblast cells were cultured in DMEM at passage 3 and assigned into six treatment groups: one group of fibroblasts without blue light exposure and without C. sappan extract, a group exposed to blue light without extract, and four groups exposed to blue light with varying concentrations of C. sappan extract (7.8125, 15.625, 31.25, and 62.5 ?g/mL). The blue light dose administered was 32.8 J/cm². Cell proliferation was measured using the MTT assay, with results expressed as optical density (OD) at 24 and 48 hours after exposure. The proliferation rate was calculated as the ratio of OD at 48-hour and 24-hour groups.  Results: Blue light exposure reduced fibroblast proliferation by 41.95% (p<0>0.05).  Conclusion: Caesalpinia sappan extract effectively increases fibroblast proliferation after blue light exposure at 7,8125; 15,625; dan 31,25 ?g/mL concentrations. These findings suggest that C. sappan extract is a promising natural ingredient for the development of anti-aging and photoprotective products.  

Kata Kunci : Caesalpinia sappan, fibroblas, kayu secang, proliferasi, sinar biru

  1. S2-2025-484801-abstract.pdf  
  2. S2-2025-484801-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-484801-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-484801-title.pdf