Laporkan Masalah

Studi Penggunaan Minyak Nabati sebagai Agen Proteksi Protein terhadap Kecernaan dan Karakteristik Fermentasi Rumen secara In Vitro

AURELIA PUTRI DOMINGGA, Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM. , ASEAN Eng. ; Ir. Dimas Hand Vidya Paradhipta, S.Pt., M.Sc, Ph.D., IPP.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai jenis minyak nabati sebagai agen proteksi protein terhadap kecernaan dan karakteristik fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian dilakukan dalam dua eksperimen. Eksperimen 1 menggunakan berbagai jenis minyak nabati meliputi bunga matahari (SF), jagung (CRN), kedelai (SOY), dan kanola (CR) dengan penambahan minyak nabati sebesar 5%. Dua minyak nabati terbaik dilanjutkan pada Eksperimen 2 dengan level aplikasi yang berbeda meliputi 30%, 40%, dan 50%, untuk melihat efektivitas dan titik optimal untuk formulasi pakan. Setiap tahap menggunakan pakan dasar berbasis bungkil kedelai. Proteksi dilakukan dengan mencampurkan bungkil kedelai dengan minyak nabati kemudian dikeringkan pada suhu 55°C selama 6 jam. Sampel kemudian diinkubasi dalam cairan rumen yang ditambahkan dengan buffer selama 48 jam bersamaan dengan blanko dan standar. Pada Eksperimen 1, evaluasi kecernaan hanya dilakukan pada rumen. Sementara pada Eksperimen 2, evaluasi kecernaan dilakukan pada rumen dan pasca rumen. Pada Eksperimen 1, hasil penelitian menujukkan bahwa semua perlakuan minyak nabati menghasilkan kecernaan bahan kering (KcBK) (p=0,002), produksi gas, kinetika fermentasi (p<0 p=0,078). p=0,008). p=0,009), xss=removed>

This study aims to evaluate the effect of various types of vegetable oils as protein protection agents on in vitro rumen digestibility and fermentation characteristics. The research was conducted in two experiments. Experiment 1 used various types of vegetable oils including sunflower (SF), corn (CRN), soybean (SOY), and canola (CR) with the addition of 5% vegetable oil. The two best vegetable oils were continued in Experiment 2 with different application levels including 30%, 40%, and 50%, to see the effectiveness and optimal point for feed formulation. Each stage used a soybean meal-based basal diet. Protection was achieved by mixing SBM with vegetable oil and then drying it at a temperature of 55oC for 6 h. The samples were then incubated in rumen fluid supplemented with buffer for 48 hours along with a blank and a standard. In Experiment 1, digestibility evaluation was only performed in the rumen. In Experiment 2, digestibility evaluation was performed in the rumen and post-rumen. In Experiment 1, the research results showed that all vegetable oil treatments produced dry matter digestibility (DMD) (p=0.002), gas production, and fermentation kinetics (p<0 p=0.078). p=0.008). p=0.009), p=0.002)>

Kata Kunci : Bungkil kedelai, in vitro, kecernaan, rumen, undegraded dietary protein, minyak nabati

  1. S2-2025-529825-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529825-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529825-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529825-title.pdf