PRIVATE INVESTMENT AND REGIONAL ECONOMIC GROWTH: THE MODERATING ROLE OF UNEMPLOYMENT IN CENTRAL JAVA
Dadik Sulistyo Utomo, Prof. Yoshino Fumio
2025 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Penelitian ini mengkaji bagaimana kondisi pasar tenaga kerja, yang direpresentasikan oleh tingkat pengangguran, memoderasi efektivitas investasi swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan menggunakan data panel 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah periode 2010–2023 dan menerapkan model fixed effects, analisis membandingkan elastisitas investasi pada daerah berpengangguran tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi berpengaruh signifikan terhadap PDRB pada kedua kelompok, tetapi pola moderasinya bersifat asimetris: daerah dengan pengangguran tinggi memiliki koefisien yang lebih besar namun hubungan investasi–pertumbuhan cenderung tidak stabil dan volatil, mencerminkan friksi struktural seperti skill mismatch, search frictions, dan kapasitas penyerapan modal yang lemah. Sebaliknya, daerah dengan pengangguran rendah menunjukkan respons yang lebih stabil dan dapat diprediksi, menandakan kesiapan pasar tenaga kerja dan kapasitas institusional yang lebih kuat. Uji ketahanan—meliputi clustered standard errors, model selisih pertama, serta kontrol populasi dan belanja modal—menegaskan perbedaan stabilitas tersebut. Bukti deskriptif dari ICOR dan kuadran investasi–output juga memperlihatkan bahwa ketidakefisienan investasi lebih banyak terjadi di daerah dengan friksi tenaga kerja tinggi. Secara keseluruhan, temuan ini menekankan bahwa peningkatan efektivitas investasi tidak cukup hanya dengan menambah aliran modal, tetapi memerlukan penguatan fungsi pasar tenaga kerja dan kapasitas penyerapan daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
This study examines how labor market conditions, represented by unemployment, moderate the effectiveness of private investment in driving regional economic growth. Using panel data from 35 districts and cities in Central Java from 2010 to 2023 and applying a fixed-effects model, the analysis compares investment elasticities across high- and low-unemployment regions. The results show that private investment significantly contributes to GRDP in both groups, but the moderating pattern is asymmetric: districts with high unemployment exhibit larger coefficients yet unstable and volatile investment–growth relationships, reflecting deeper structural frictions such as skill mismatch, search frictions, and weak absorptive capacity. In contrast, low-unemployment regions demonstrate more stable and predictable responses, indicating stronger labor market readiness and institutional capacity to absorb capital. Robustness checks—including clustered standard errors, first-difference estimation, and controls for population and public capital expenditure—confirm this difference in stability. Descriptive evidence from ICOR and investment–output quadrants further reinforces that inefficiencies concentrate in areas with higher labor market frictions. Overall, the findings emphasize that improving investment effectiveness requires not only increasing capital flows but also strengthening labor market functioning and regional absorptive capacity to achieve inclusive and sustainable economic growth.
Kata Kunci : Private Investment; Regional Economic Growth; Unemployment; Labor Market Frictions; Absorptive Capacity; Fixed Effects Model; ICOR; Spatial Heterogeneity