Analisis Efek Program Diabetes Self Management EducationTerstruktur Terhadap Keluaran Pengelolaan Diabetes Melitus di Klinik Pratama 24 Jam Firdaus Kota Yogyakarta
Siti Rizki Fauziah, Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes, Sp.KKLP, Subsp. COPC ; dr. Aghnaa Gayatri, M.Sc, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC
2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang : Diabetes
Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang
terus meningkat. Diabetes Self-Management Education (DSME) berperan
penting dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan diri, kendali glikemik, serta
kualitas hidup pasien. Bukti implementasi DSME di fasilitas kesehatan swasta di
Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek program DSME
terstruktur terhadap kadar HbA1c dan kualitas hidup (QoL) pada peserta Prolanis
DMT2 di Klinik Pratama 24 Jam Firdaus, Yogyakarta.
Metode : Penelitian
kuasi-eksperimental dengan desain pre–post dan kelompok kontrol dilakukan pada
53 peserta (26 intervensi, 27 kontrol). Kelompok intervensi menerima program
DSME terstruktur berbasis ADCES7 selama enam sesi dalam enam minggu. Pengukuran
HbA1c dan QoL dilakukan sebelum dan satu setengah bulan setelah intervensi.
Analisis statistik menggunakan t-test, Chi-square, dan ANCOVA untuk
mengendalikan faktor perancu.
Hasil : Hasil
penelitian menunjukkan bahwa DSME memberikan penurunan HbA1c yang signifikan
dan bermakna secara klinis (?1.04%) pada kelompok intervensi, dan DSME tetap
menjadi prediktor signifikan penurunan HbA1c setelah pengendalian perancu.
Sebaliknya, tidak terdapat peningkatan QoL yang signifikan, yang kemungkinan
terkait dengan durasi tindak lanjut yang singkat.
Kesimpulan : DSME terstruktur efektif menurunkan HbA1c namun belum menunjukkan peningkatan kualitas hidup dalam jangka pendek. Integrasi DSME pada layanan primer swasta berpotensi meningkatkan manajemen penyakit kronis dan memperkuat pelayanan berfokus kepada pasien.
Background : Type
2 Diabetes Mellitus (T2DM) remains a major global health burden with increasing
prevalence and risk of chronic complications. Diabetes Self-Management
Education (DSME) is essential in strengthening patient self-management,
improving glycemic control, and enhancing quality of life. Evidence regarding
DSME implementation in private primary care facilities in Indonesia is still
limited. This study aimed to analyze the effects of a structured DSME program
on glycemic control (HbA1c) and quality of life (QoL) among T2DM Prolanis
participants at Klinik Pratama 24 Jam Firdaus, Yogyakarta.
Method : A
quasi-experimental pre–post design with a control group was applied involving
53 participants (26 intervention, 27 control). The intervention group received
a structured six-session DSME program based on ADA, PERKENI and ADCES7
Self-Care Behaviors over six weeks. HbA1c and QoL (WHOQOL-BREF) were assessed
at baseline and six weeks post-intervention. Statistical analyses included
t-test, Chi-square, and ANCOVA to control confounders.
Results : Results
showed that the DSME program produced a clinically meaningful and statistically
significant reduction in HbA1c (?1.04%) in the intervention group, while ANCOVA
confirmed DSME as an independent predictor of HbA1c reduction. In contrast, QoL
did not improve significantly, likely due to the short follow-up duration.
Kata Kunci : Diabetes Self-Management Education; Diabetes Melitus Tipe 2; HbA1c; Kualitas Hidup; Layanan Primer