PERSEPSI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION DI KLINIK PRATAMA 24 JAM FIRDAUS KOTA YOGYAKARTA
Siti Rizki Fauziah, Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes, Sp.KKLP, Subsp. COPC ; dr. Aghnaa Gayatri, M.Sc, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC ; dr. Oryzati Hilman, M.Sc, Ph.D, Sp. DLP, Sp. KKLP, Subsp.FOMC
2025 | Tesis-Spesialis | KEDOKTERAN KELUARGA LAYANAN PRIMER
Latar Belakang:
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya
semakin meningkat baik secara global maupun di Indonesia. Rendahnya kesadaran
manajemen diri dalam kendali glikemik pada pasien DMT2 merupakan salah satu
masalah yang menyebabkan buruknya kendali DMT2 di masyarakat. Hal ini menunjukkan
perlunya pendekatan edukatif yang berkelanjutan dan terstruktur menggunakan Diabetes
Self-Management Education (DSME). DSME merupakan intervensi edukasi
terstruktur yang berfokus pada peningkatan kemampuan pasien dalam mengelola
penyakitnya secara mandiri. Namun di Indonesia belum ada DSME yang komprehensif
meliputi pola makan, olahraga, pemantauan, pengobatan, pemecahan masalah,
pengurangan risiko dan mekanisme koping adaptif.
Tujuan: Mengeksplorasi
persepsi pasien terhadap implementasi program DSME terstruktur di Klinik
Pratama 24 Jam Firdaus Kota Yogyakarta.
Metode:
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan teknik Focus
Group Discussion (FGD) yang melibatkan 16 peserta yang mengikuti DSME yang
disusun dengan menggabunngkan materi dari ADA, ADCES 7 Selfcare Behaviour
dan PERKENI. Hasil FGD dianalisis dengan metode analisis tematik.
Hasil:
Ditemukan lima tema utama, yaitu: (1) pengalaman emosional positif selama
mengikuti DSME, (2) peningkatan motivasi dan dukungan sosial, (3) perubahan
perilaku menuju gaya hidup sehat, (4) hambatan implementasi berupa keterbatasan
waktu dan alasan pribadi, serta (5) harapan terhadap keberlanjutan program dan
perubahan format kelas . Secara keseluruhan, peserta melaporkan persepsi
positif terhadap program DSME ini.
Kesimpulan:
Peserta menunjukkan bahwa program DSME terstruktur yang meliputi materi pola
makan, olahraga, pemantauan, pengobatan, pemecahan masalah, pengurangan risiko
dan mekanisme koping adaptif dapat meningkatkan literasi kesehatan, motivasi, self-efficacy
dan perubahan klinis pada pasien DMT2. Integrasi DSME ke dalam program Prolanis
atau layanan primer direkomendasikan untuk memperkuat pengelolaan penyakit
kronis di tingkat fasilitas kesehatan primer.
Background:
Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is one of the most prevalent chronic diseases globally
and also in Indonesia. Poor glycaemic control due to lack of self management among
patients indicate the need for continuous educational interventions. Diabetes
Self-Management Education (DSME) is a structured educational program designed
to empower patients to manage their condition independently. However, in
Indonesia, there has not yet been a comprehensive DSME program that includes
components of healthy eating, physical activity, monitoring, medication
adherence, problem-solving, risk reduction, and healthy coping.
Objective:
To explore patients’ perceptions of the structured DSME program implemented at
Firdaus 24-Hour Primary Clinic, Yogyakarta.
Methods:
This qualitative descriptive study employed Focus Group Discussions (FGD)
involving 16 DSME participants and were analysed with thematic method.
Results:
Five main themes were identified: (1) positive emotional experiences during
DSME, (2) increased motivation and social support, (3) behavioural changes
toward a healthier lifestyle, (4) barriers such as time constraints and individual
limitations, and (5) expectations for program sustainability and better class
format. Participants reported positively about this programs.
Conclusion: Structured DSME enhances patients’ health literacy,
motivation, self-efficacy in diabetes management and clinical changes.
Integrating DSME into Prolanis or primary care services is recommended to
strengthen chronic disease management at the primary healthcare level.
Kata Kunci : Persepsi, Diabetes Self-Management Education terstruktur, Diabetes Melitus Tipe 2, Layanan primer, Prolanis. / Patient perception, Structured Diabetes Self-Management Education, Type 2 Diabetes Mellitus, primary care, Prolanis.