Kebutuhan Perawatan Transisional pada Pasien Lanjut Usia dengan Penyakit Kronis di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati
Adelina Novita Nababan, dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC, Ph.D, Sp.KKLP, Subsp.FOMC; Dr. dr. Ida I Dewa Putu Pramantara Setiabudi, Sp.PD-K.Ger
2025 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang: Kemajuan di bidang kesehatan berdampak pada angka harapan hidup semakin panjang sehingga jumlah populasi lansia meningkat baik secara global maupun di Indonesia. Pergeseran demografi ini menuntut penyediaan layanan kesehatan yang berkesinambungan dalam jangka panjang untuk mengelola penyakit kronis yang kompleks yang sering dialami oleh penduduk lanjut usia. Upaya yang sudah dilakukan di RSUP Fatmawati adalah perencanaan kepulangan pasien rawat inap dengan discharge planning. Namun hal ini masih bersifat umum dan belum spesifik pada kebutuhan pasien lansia dengan sehingga angka kejadian readmisi dan beban finansial menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan transisional pada pasien lansia dengan penyakit kronis di RSUP Fatmawati.
Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif cross-sectional dengan kriteria inklusi usia ?60 tahun dengan minimal 1 (satu) penyakit kronis yang sedang menjalani kunjungan pertama ke poliklinik RSUP Fatmawati pasca rawat inap. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner Patient Assessment of Chronic Illness Care (PACIC) untuk menilai presespsi penting dan tingkat kebutuhan pasien lansia pada setiap domain PACIC dengan skala likert. Data akan dianalisis dengan Excel untuk menilai korelasi Pearson dan Importance-Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam perawatan transisional.
Hasil: Sebanyak 205 reponden yang mengikuti penelitian. rata-rata skala presepsi penting PACIC 4,32 – 4,53 dan skala tingkat kebutuhan PACIC 4,16 – 4,33 dengan skor tertinggi pada domain aktivasi pasien dan terendah pada tindak lanjut/koordinasi. Gap diantara keduanya relatif kecil (0,158–0,20) dengan p–value <0>
Simpulan: domain PACIC dianggap penting dan dibutuhkan oleh pasien lansia dengan penyakit kronis dalam perawatan transisional sehingga PACIC dapat digunakan sebagai acuan penentuan kebutuhan.
Background: Advancements in healthcare have extended life expectancy, contributing to a growing elderly population both globally and in Indonesia. This demographic shift necessitates the provision of long-term, continuous healthcare services to manage the complex chronic conditions commonly experienced by older adults. At Fatmawati General Hospital (RSUP Fatmawati), efforts to address this include the implementation of inpatient discharge planning. However, the current approach remains general and is not specifically tailored to the unique needs of elderly patients, resulting in high rates of readmission and increased financial burdens. Therefore, this study aims to identify the transitional care needs of elderly patients with chronic illnesses at RSUP Fatmawati.
Method: The study used a cross-sectional descriptive quantitative design with inclusion criteria of age ?60 years with at least one chronic disease who are undergoing their first visit to the Fatmawati General Hospital polyclinic after hospitalization. Data collection was carried out by distributing the Patient Assessment of Chronic Illness Care (PACIC) questionnaire to assess important perceptions and the level of needs of elderly patients in each PACIC domain with a Likert scale. Data will be analyzed with Excel to assess Pearson correlation and Importance-Performance Analysis (IPA) to identify needs in transitional care.
Results: A total of 205 respondents participated in the study. The average PACIC importance perception scale score was 4.32–4.53, and the PACIC need level scale score was 4.16–4.33, with the highest score in the patient activation domain and the lowest in follow-up/coordination. The gap between the two was relatively small (0.158–0.20) with p-value <0>
Conclusion: The PACIC domains are considered important and needed by elderly patients with chronic diseases in transitional care, so that PACIC can be used as a reference guide for the needs that should be provided to those patients.
Kata Kunci : kebutuhan, perawatan transisional, lansia, penyakit kronis, pasca rawat inap