Desaiin peta manuskrip kepariwisataan pulau Bintan kabupaten kepulauan Riau
Isman, Drs. Maruli Sinaga, M.S.; Drs. Ibnu Kadyarsi
1995 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di Pulau Bintan yang merupakan wilayah Propinsi Riau, terletak di Kabupaten Daerah Tingkat II Kepulauan Riau dengan Ibukota Kabu-paten Tanjungpinang. Pulau Bintan memiliki potensi keindahan alam, kekayaan budaya peninggalan sejarah dan sumberdaya alam yang secara geografis menguntungkan karena berada pada jalur pelayaran internasional, meru-pakan ujung tombak sekaligus prioritas untuk dikembang-kan dalam rangka kerja sama Indonesia-Singapura terutama dalam bidang pariwisata, karena itu potensi tersebut perlu diperkenalkan dan dipasarkan sampai ke mancane-gara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain peta manuskrip kepariwisataan Pulau Bintan yang meliputi data: obyek wisata, sarana pariwisata dan prasarana pariwisata secara kartografis pada ukuran format mesin cetak peta berukuran 60 x 90 cm. Data diperoleh melalui pengumpulan data sekunder dari dinas/instansi yang berwenang dengan cara mencatat. Data yang terkumpul, diolah, diklasifikasi, dan sebelum disajikan sec secara kartografis pada peta dasar, data tersebut didesain dalam bentuk simbol dengan pendekatan semiologis melalui analisis informasi. Analisis infor-masi dilakukan untuk mengetahui jumlah komponen, panjang komponen dan tingkat organisasi masing-masing komponen-nya. Data disajikan dalam bentuk simbol titik piktorial dan simbol huruf yang dikaitkan dengan variabel visual, yaitu variabel visual bentuk, variabel visual ukuran dan variabel visual posisi yang dihubungkan dengan persepsi selektif dan persepsi bertingkat. Penggandaan dari peta yang dihasilkan dilakukan dengan cetak diazo. Hasil penggandaan peta diberi warna sesuai dengan kebutuhan dengan cara memoleskan "crayon oll postels" dan pensil warna. Hasil penelitian adalah sebuah peta manuskrip kepariwisataan Pulau Bintan. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa: simbol titik piktorial yang disajikan lebih baik dalam menyampaikan informasi kepa-riwisataan Pulau Bintan karena lebih mudah dimengerti dan dipahami, namun kelemahannya sulit dalam menggambar simbol. Dalam menentukan ukuran simbol yang akan diguna-kan, perlu memperhatikan skala peta dasar, jumlah dan jenis data serta penyebaran data tersebut.
-
Kata Kunci : Peta kepariwisataan,pulau Bintan , Riau,Pariwisata pulau Bintan,Desain peta