Laporkan Masalah

Pendapatan kepala rumahtangga pertanian dari luar usahatani di desa Jatiayu dan desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo kabupaten Gunungkidul

Ismunaji Wijoyo, Drs. Tukiran, M.A.

1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pembangunan pedesaan identik dengan pembangunan pertanian, karena sektor pertanian masih merupakan sumber pendapatan utama bagi sebagian besar penduduk pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan kepala rumahtangga pertanian dari luar usahatani di Desa Jatiayu dan Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Desa Jatiayu dan Bejiharjo dipilih secara purposive, dengan pertimbangan bahwa Jatiayu relatif lebih jauh dari pusat Kota Kecamatan dan Kabupaten, tetapi dilalui jalur jalan propinsi atau daerah terbuka; sedangkan Bejiharjo berdekatan dengan Kota Kabupaten yang merupakan pusat kegiatan sosial ekonomi, meskipun tidak dilalui jalan raya. Sampel responden dipilih secara sistematik, yaitu kepala rumahtangga pertanian yang bekerja di luar usahatani. Jumlah sampel responden 140 kepala rumahtangga, masing-masing 55 kepala rumahtangga untuk Desa Jatiayu dan 85 kepala rumahtangga untuk Desa Bejiharjo. Pengumpulan data dari wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan. Analisis yang digunakan yaitu tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik rumahtangga pertanian Bejiharjo lebih baik daripada Jatiayu. Karakteristik rumahtangga pertanian untuk Desa Jatiayu dan Desa Bejiharjo berturut-turut sebagai berikut: rata-rata umur kepala rumahtangga 51.11 tahun dan 48,06 tahun; pendidikan kepala rumahtangga 3,7 tahun dan 4.55 tahun; luas pemilikan lahan 0,572 hektar dan 0,731 hektar; dan pendapatan dari usahatani Jatiayu lebih rendah daripada Bejiharjo. Ada kecenderungan bahwa semakin rendah pendapatan dari usahatani semakin besar motivasi kepala rumahtangga atau anggota rumahtangga untuk bekerja di luar usahatani. Pendapatan kepala rumahtangga pertanian dari luar usahatani untuk Desa Jatiayu rata-rata Rp 20.600,- dan untuk Desa Bejiharjo sebesar Rp 46.400,-. Faktor yang banyak berpengaruh terhadap pendapatan kepala rumahtangga pertanian dari luar usahatani adalah jenis pekerjaan dan lokasi kerja. Pendapatan pekerja di luar usahatani yang bekerja di luar sektor pertanian (pedagang, buruh bangunan, jasa dan industri rumahtangga) lebih besar daripada pendapatan pekerja yang bekerja di luar usahatani pada sektor pertanian (buruhtani dan peternakan). Sektor perdagangan paling besar memberikan tambahan pendapatan di luar usahatani dan pekerja yang bekerja di luar desa dengan cara mobilitas berpendapatan lebih besar daripada yang bekerja di desa asal. Semakin muda usia dan semakin tinggi pendidikan kepala rumahtangga pertanian semakin besar pendapatan dari luar usshatani. Semakin luas pemilikan lahan juga semakin besar pendapatan kepala rumahtangga dari luar usahatani, karena sebagian hasilnya akan dialokasikan ke luar usahatani. Pendapatan kepala rumahtangga pertanian dari luar usahatani Desa Bejiharjo lebih besar daripada di Jatiayu karena selain karakteristik rumahtangga lebih baik, juga sebagian besar bekerja di sektor perdagangan di luar desa, sedangkan kepala rumahtangga pertanian Desa Jatiayu sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dan buruh bangunan di desa, sehingga mempunyai produktivitas yang rendah. Selain itu, lokasi Desa berdekatan dengan pusat kegiatan sosial ekonomi, sehingga kesempatan kerja di luar usahatani lebih besar.

-

Kata Kunci : Pendapatan kepala rumahtangga pertanian,Usahatani,Karangmojo,Gunungkidul,DIY

  1. S1-1994-Ismunaji_Wijoyo-abstract.PDF  
  2. S1-1994-Ismunaji_Wijoyo-bibliography.PDF  
  3. S1-1994-Ismunaji_Wijoyo-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1994-Ismunaji_Wijoyo-title.PDF