Laporkan Masalah

Karakteristik sosial ekonomi pedagang kaki lima di kawasan Malioboro kotamadya Yogyakarta

Irawan Prasetyadi, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.

1993 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kesempatan kerja di sektor formal yang tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja, menyebabkan semakin banyak tenaga yang berusaha di sektor informal. Dengan fleksibilitas yang dimiliki, sektor informal mampu menampung tenaga kerja dari berbagai lapisan ekonomi dan tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini berusaha untuk mengkaji berbagai masalah yang berhubungan dengan pedagang kaki lima yang merupakan bagian dari sektor informal di Kotamadia Yogyakarta. Responden diambil setelah dilakukan pencacahan yaitu sebanyak 120 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara ecara mendalam berdasarkan jenis usaha serta data sekunder yang terkait dengan keberadaan pedagang kaki lima di Kotamadia Yogyakarta. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode tabulasi frekuensi, tabulasi silang dan Kai Kuadrat. Penelitian ini menitik beratkan pada faktor-faktor yang berhubungan dengan latar belakang sosial ekonomi pedagang kaki lima, serta variabel-variabel yang berhu-bungan dengan pendapatan. Selanjutnya, faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan pendapatan bersih pedagang kaki lima adalah jenis usaha, tempat tinggal, modal usaha, lama bekerja, tingkat pendidikan, dan jumlah tenaga kerja yang membantu. Analisa kai kuadrat (X2) digunakan untuk menguji hubungan antara faktor jenis usaha dan tempat tinggal dengan besar pendapatan. Sedangkan untuk faktor-faktor modal, lama kerja, pendidikan, dan jumlah tenaga kerja pembantu digunakan analisa dengan tabel silang. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan pendapatan yang signifikan menurut jenis usaha dan tempat tinggal. Sedangkan yang berhubungan positip dengan pendapatan adalah modal usaha, pendidikan dan jumlah tenaga kerja yang membantu. Usaha pedagang kaki lima merupakan usaha pokok yang mereka lakukan, dan sebagian besar dari mereka telah mapan bekerja sebagai pedagang kaki lima. Pendapatan yang mereka peroleh cukup besar, rata-rata jumlah pendapatan pedagang kaki lima di kawasan Malioboro berada diatas besarnya Kebutuhan Fisik Minimum di Kodia Yogyakarta, sehingga dengan bekerja sebagai pedagang kaki lima mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka walaupun peningkatan itu masih terbatas pada kebutuhan sandang dan pangan saja.

-

Kata Kunci : Karakteristik pedagang,Pedagang kaki lima,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1993-Irawan_Prasetyadi-abstract.PDF  
  2. S1-1993-Irawan_Prasetyadi-bibliography.PDF  
  3. S1-1993-Irawan_Prasetyadi-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1993-Irawan_Prasetyadi-title.PDF