Mobilitas non permanen dan sumbangannya terhadap pendapatan runah tangga di daerah asal (studi kasus di desa Mulo, kecamatan Wonosari kabupaten Bantul
Istiyono, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.
1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian mobilitas penduduk non permanen ini mengambil lokasi daerah asal di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini bertu-juan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor yang mempenga-ruhi pemilihan bentuk mobilitas (ulang-alik atau sirkul-er), (2) karakteristik demografis dan sosial ekonomi dari pelaku mobilitas non permanen, (3) sumbangan dari pelaku mobilitas terhadap pendapatan rumah tangga di desa asal dan (4) hubungan antara status kawin dan tingkat penda-patan pelaku mobilitas di daerah tujuan dengan besar sumbangan. Pemilihan Desa Mulo sebagai daerah penelitian adalah secara purposive, dan sifatnya studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah Pekerja yang melakukan mobi-litas ulang-alik dan sirkuler. Informasi yang dikumpulkan meliputi: data demografis dan sosial ekonomi, data tentang mobilitas non permanen melalui wawancara langsung dengan menggunakan koesioner dan berdasarkan hasil obser-vasi. Analisis data dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku Mobilitas non permanen dilakukan oleh laki-laki, berusia relatif muda (<30 tahun), dan berstatus sebagai anak. Untuk pelaku mobilitas ulang-alik kebanyakan ber-status kawin sedangkan pelaku mobilitas sirkuler bersta-tus tidak kawin. Pekerjaan yang dilakukan sebagian besar buruh bangunan, karena umumnya berpendidikan relatif rendah sehingga pendapatan yang diterima juga rendah. Adanya perbedaan jarak antara desa asal dengan daer-ah tujuan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pemilihan bentuk mobilitas ulang-alik ataupun sirkuler. Kecuali itu pelaku mobilitas non permanen tidak memilih melakukan migrasi menetap karena adanya ikatan dengan daerah asalnya. Daerah tujuan penglaju terbanyak masih dalam satu kecamatan dengan radius kurang dari 15 km, sedangkan pelaku mobilitas sirkuler kebanyakan di luar Kabupaten dan berjarak lebih dari 30 km. Sumbangan yang diberikan pelaku mobilitas ulang-alik adalah lebih besar jika dibandingkan dengan pelaku mobi-litas sirkuler. Sumbangan yang diberikan oleh pelaku mobilitas yang berstatus kawin baik pelaku mobilitas ulang-alik atau pelaku mobilitas sirkuler lebih besar dari pada yang berstatus tidak kawin. Besarnya pendapatan pelaku mobilitas di daerah tujuan ternyata mempengaruhi besarnya sumbangan, yaitu pelaku mobilitas yang mempunyai pendapatan besar cenderung memberikan sumbangan yang relatif besar, sedangkan bagi pelaku mobilitas yang berpenghasilan rendah cenderung memberikan sumbangan yang rendah pula.
-
Kata Kunci : Perpindahan penduduk non permanen,Mobilitas non permanen,Wonosari,Gunungkidul,DIY