Laporkan Masalah

Mobilitas penduduk dan remitan di desa Pendosawalan kabupaten Jepara Jawa Tengah

Ismurni Giati, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian mobilitas penduduk dan remitan yang dilakukan dengan mengambil kasus di Desa Pendosawalan, secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang mobilitas tenaga kerja ke luar desa, serta sumbangannya terhadap pendapatan rumah tangga di desa ini. Tujuan tersebut masih dijabarkan lagi secara terperinci untuk mengetahui bentuk-bentuk mobilitas penduduk; karakter-istik pelaku mobilitas penduduk; tempat tujuan mobilitas penduduk; alasan-alasan melakukan mobilitas penduduk; sumbangannya masing-masing bentuk mobilitas terhadap pendapatan rumah tangga di daerah asal; hubungan antara migran dengan daerah asal dan distribusi pendapatan rumah tangga di daerah asal dengan adanya uang dan barang (sumbangan) yang dibawa atau dikirim oleh penduduk yang melakukan mobilitas. Pemilihan Desa Pendosawalan sebagai daerah peneli-tian adalah secara purposive, dan sifatnya studi kasus. Selanjutnya pemilihan rumah tangga sampel dilakukan secara sensus, setelah diadakan sensus rumah tangga. Rumah tangga yang diambil harus memenuhi syarat, minimum. terdapat satu orang anggota yang melakukan mobilitas penduduk. Pengumpulan datanya di samping menggunakan metode wawancara, juga memakai metode observasi partisipasi. Untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang gejala mobilitas, hal-hal yang berhubungan dengan vari-abel-variabel geografis, anthropologis, demografis, dan ekonomis diidentifikasikan dan diukur. Sedangkan dalan menganalisa data yang dikumpulkan, digunakan tabulasi silang dan analisis korelasi. Penemuan-penemuan penting dari penelitian ini ada-lah sebagai berikut: (1) Mobilitas penduduk Desa Pendo-sawalan kebanyakan dilakukan oleh penduduk yang berumur antara 2039 tahun, lebih banyak dilakukan oleh laki-laki daripada perempuan, dan kebanyakan berstatus kawin; (2) Alasan utama penduduk meninggalkan desanya adalah untuk mencari pekerjaan. Hal ini disebabkan oleh sempit-nya kesempatan kerja di pedesaan baik di sektor pertani-maupun di luar pertanian. Kebanyakan mereka berasal dari rumah tangga yang tidak mempunyai tanah pertanian; (3) Migran mempunyai keterkaitan yang kuat dengan kera-batnya di daerah asal. Hubungan yang sangat erat ditun-jukkan oleh frekuensi pulang yang disertai dengan memba-wa sumbangan ke daerah asalnya; (4) Jika sumbangan dimasukkan dalam perhitungan pendapatan rumah tangga di daerah asal, secara rata-rata dapat meningkatkan 231,3 persen pendapatan rumah tangga sebelum sumbangan diperhitungkan. Kenaikan yang paling tinggi (empat kali lipat) dijumpai pada rumah tangga dengan rata-rata pendapatan yang paling rendah dan berada pada industri rumah tangga. Kontribusi yang paling tinggi terhadap pendapatan rumah tangga diberikan oleh penduduk yang melakukan ulang-alik; (5) Kontribusi sumbangan terhadap pendapatan rumah tangga masing-masing 45,4 persen untuk migran permanen, 100,3 persen dari migran sirkuler, dan 226,7 persen untuk penduduk yang melakukan mobilitas ulang-alik.

-

Kata Kunci : Perpindahan penduduk,Mobilitas penduduk, remitan,Jepara, Jawa Tengah

  1. S1-1991-Ismurni_Giati-abstract.PDF  
  2. S1-1991-Ismurni_Giati-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-Ismurni_Giati-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-Ismurni_Giati-title.PDF