Laporkan Masalah

Penggunaan asap cair sebagai biopreservatif dan bahan koagulan pada pengolahan koagulum lateks serta evaluasi ekonominya

ROBIANNOR, Muhammad, Dr.Ir. Purnama Darmadji, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Teknologi Hasil Perkebunan

Penelitian penggunaan asap cair sebagai biopreservatif dan bahan koagulan pada pengolahan koagulum lateks serta ditinjau dari aspek ekonominya, bertujuan untuk mengetahui kemampuan asap cair sebagai bahan koagulan dalam pembuatan koagulum lateks dan pengaruhnya selama penyimpanan, serta evaluasi ekonominya. Rancangan penelitian aspek teknis dengan komposisi asap cair dan asam formiat ; 0 / 100 (0/200 ml/kg KK), 25 / 75 (35/150 ml/kg KK ), 50 / 50 (70/100 ml/kg KK), 75 / 25 (105/50 ml/kg KK), dan 100 / 0 (140/0 ml/kg KK). Sedangkan untuk umur simpan (hari) yaitu; 1, 4, 8, 12 16, 20 dan 24. Pengamatan dilakukan pada; warna, bau, tekstur, permukaan, jamur, kemudian dilakukan uji statistik. Sedangkan faktor pendukung pengamatan adalah pengujian Kekerasan (hardness), PRI (Plasticity Retention Index), dan Perpanjangan Putus (elongation at break) dan Tegangan Putus (Tensile Strength). Evaluasi ekonomi menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui manfaat langsung dan tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian ternyata asap cair mampu sebagai bahan koagulan didasari waktu koagulasi yang terjadi pada lateks yaitu 7 jam. Sebagai bahan pengawet (biopreservatif) asap cair mampu mengurangi bau dan keberadaan jamur pada koagulum lateks pada ratio 100/0 (asap cair 140 ml) dengan lama penyimpanan antara 4 – 8 hari. Pada pengujian sifat fisik vulkanisat sheet, yaitu PRI, Perpanjangan Putus, Tegangan Putus, dan Kekerasan. Nilai pengujian PRI (71%)dan Perpanjangan Putus (813%) mampu mencapai nilai SIR (Standard Indonesian Rubber) dan Pabrik Ban. Manfaat langsung evaluasi ekonomi, penggunaan asap cair lebih ekonomis pada ratio 100/0 (asap cair 140 ml) dibanding penggunaan asam formiat 0/100 (400 ml) untuk tingkat aplikasi pengolahan sheet. Sedangkan manfaat tidak langsung penggunaan asap cair dapat memberikan kesempatan kerja jika diaplikasikan ditingkat pabrik dan petani karet serta asap cair mampu mengurangi bau yang dapat menggangu aktifitas didalam pabrik dan diluar pabrik.

Research on liquid smoke usage as biopresevative and coagulant material in latex coagulant processing and review of economic aspect was to examine capability of liquid smoke as coagulant material in making latex coagulant and its effects on stroge, and economic evaluation. Research design, pf technical aspect with liquid smoke composition and formic acid were follows: 0/100 (0/200 ml/kg KK); 25/75 (35/150 ml/kg KK); 50/50 (70/100 ml/kg KK); 75/25 (105/50 ml/kg KK); and 100/0 (140/0 ml/kg KK). Where, the storage lives (day) were as follow: 1, 4, 8, 12, 16, 20, and 24. The observation was done for color, odor, texture, surface, fungi, then as statistical test was done. Whereas, supportive factor for observation were test of hardness, PRI (Plasticity retention trength index), elongation at break and tensile strength. Economic evaluation used descriptive method to examine direct and indirect benefit. Based on results of research, in fact, the liquid smoke could function as coagulant material on base of coagulat time in latex, 7 hours. As biopresevative, the liquid smoke could minimize odor and presence of fungi in latex coagulant on ratio 100/0 (140 ml liquid smoke) with stroge period for 4 – 8 days in testing vulkanisat sheet-physical properties, such as PRI, elongation at break, tensile strength and hardness. In term of direct benefit of economic evaluation, liquid smoke usage was more economical on ratio 100/0 (140 ml liquid smoke) than formic acid usage 0/100 (400 ml formic acid) for sheet processing application level. Whereas, indirect benefit of liquid smoke usage could give employment if applied to factory and rubber farmers and the liquid smoke could minimize odor which might disturb activity inside and outside the factory.

Kata Kunci : Asap cair, Asam formiat, Aspek teknis, Evaluasi ekonomi, Liquid Smoke, Formic Acid, Technical Aspect, Economic Evaluation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.