Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Pada Kepala Keluarga Terhadap Pengetahuan Pencegahan Penyakit Diare dan Penyakit Kulit Pasca Banjir
Fransiska Regina Cealy, Syahirul Alim, S.Kp. M.Sc, Ph.D ; Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Banjir dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit diare dan gangguan kulit akibat kontak dengan air yang tercemar, sedangkan pengetahuan kepala keluarga masih terbatas, sehingga dibutuhkan pendidikan kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan kepada kepala keluarga terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit diare dan penyakit kulit pasca banjir.
Metode: Penelitian Kuantitatif desain quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group design, melibatkan 60 responden (30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol), Pengukuran pengetahuan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pre-test (sebelum intervensi), post-test 1 (segera setelah intervensi), dan post-test 2 (dua minggu setelah intervensi) untuk menilai retensi pengetahuan pada kelompok intervensi. Dalam penelitian ini, retensi pengetahuan diukur hanya sampai dua minggu setelah intervensi. Pemberian intervensi berupa edukasi kesehatan dan modul kesehatan penyakit pasca banjir selama 100 menit. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit pasca banjir (penyakit diare dan penyakit kulit) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan regresi linear multivariat.
Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada post- test 1 kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan skor rata-rata 3,73 ± 1,721 pada kelompok intervensi dan 0,30 ± 1,368 pada kelompok kontrol. Meskipun terjadi penurunan skor pengetahuan pada kelompok intervensi dua minggu setelah intervensi, penurunan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian pendidikan kesehatan, yang kemudian diikuti oleh penurunan retensi dua minggu setelah intervensi namun tidak signifikan secara statistik, sementara pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan yang bermakna. Hasil ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kepala keluarga mengenai pencegahan penyakit diare dan penyakit kulit pasca banjir, terutama segera setelah intervensi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menelusuri faktor-faktor yang berhubungan dengan penurunan retensi pengetahuan agar strategi edukasi dapat dirancang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci: Diare; Penyakit Kulit; Banjir; Pengendalian Penyakit Menular
Background: Flooding can increase the risk of diarrheal diseases and skin disorders due to exposure to contaminated water, while the knowledge of household heads remains limited, highlighting the need for health education to strengthen preventive efforts
Objective: To determine the effect of health education given to family heads on the improvement of knowledge regarding the prevention of diarrheal and skin diseases after floods.
Method: Quantitative research with a quasi-experimental design using nonequivalent control group design, involving 60 respondents (30 in the intervention group and 30 in the control group),knowledge measurement was carried out in three stages: pre-test (before the intervention), post-test 1 (immediately after the intervention), and post-test 2 (two weeks after the intervention) to assess knowledge retention in the intervention group. In this study, knowledge retention was measured only up to two weeks after the intervention. The intervention consisted of health education and a health module on post-flood diseases delivered over 100 minutes. The intervention consisted of health education and a health module on post- flood diseases. The research instrument used was a post-flood disease knowledge questionnaire (diarrhea and skin diseases) that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using Wilcoxon, Mann-Whitney, and multivariate linear regression tests.
Result: The study showed a significant increase in knowledge on post-test 1 in both the intervention and control groups, with an average score of 3.73 ± 1.721 in the intervention group and 0.30 ± 1.368 in the control group. Although there was a decrease in knowledge scores in the intervention group two weeks after the intervention, the decrease was not statistically significant.
Conclusion: There was a significant increase in knowledge in the intervention group after being given health education, which was then followed by a decrease in retention two weeks into the intervention but was not statistically significant, followed by a decrease in retention two weeks after the intervention, while no significant improvement was observed in the control group. These findings indicate that health education is effective in improving the knowledge of heads of households regarding the prevention of diarrheal and skin diseases after flooding, particularly immediately following the intervention. Further research is recommended to explore factors associated with the decline in knowledge retention so that educational strategies can be designed to be more sustainable.
Keywords: Health Education; Diarrhea; Skin Diseases; Floods; Communicable Disease Control
Kata Kunci : Diare, Penyakit Kulit, Banjir, Pengendalian Penyakit Menular