Laporkan Masalah

Transformasi Spiral Identitas Dayak: Negosiasi Budaya, Ekonomi, dan Kekuasaan

Viza Juliansyah, Muhamad Supraja: Muhammad Najib

2025 | Disertasi | S3 Sosiologi

Identitas dalam masyarakat Dayak memiliki fleksibilitas sekaligus kompleksitas yang membuatnya terus berubah. Transformasi ekonomi politik yang terjadi di sekeliling mereka ditengarai memiliki kontribusi pada hal tersebut. Derasnya infiltrasi perkebunan kelapa sawit ke pedalaman Kalimantan sejak awal 1980an telah mengubah pola perekonomian masyarakat setempat yang awalnya subsisten ke arah sistem ekonomi pasar. Sementara itu, reformasi politik yang terjadi sejak tahun 1998 memberi ruang lebih besar pada proses demokratisasi dan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk lebih berperan jauh dalam politik. Kedua fenomena ini secara simultan mengubah bagaimana identitas Dayak dimaknai di tengah masyarakat. 

Fokus dari disertasi ini adalah menganalisa bagaimana proses transformasi ekonomi politik yang terjadi di tingkat lokal dan nasional membentuk pemaknaan atas identitas etnis Dayak, berbagai aspek kebudayaan mereka serta kepentingan-kepentingan yang berada dibelakangnya. Lokasi utama dari penelitian ini adalah Kabupaten Sanggau dan Kota Pontianak, dengan menggunakan pendekatan kualitatif khususnya metode penelitian etnografi multisitus. Data dan informan juga dilengkapi dengan dokumen sekunder serta hasil wawancara dari sejumlah informan yang berasal dari wilayah lainnya di Kalimantan Barat. 

Menggunakan perspektif konstruksi sosial, peneliti melihat bagaimana identitas Dayak yang merupakan instrumen kepentingan bagi banyak pihak secara berkesinambungan direkonstruksikan. Penelitian ini menemukan bahwa identitas Dayak tidaklah baku. Identitas yang pada awalnya terfragmentasi dalam ratusan satuan suku independen dimaknai secara fleksibel oleh anggotanya bergantung pada konteks dan kepentingan yang sedang mereka miliki. Perubahan sistem ekonomi menjadi lebih kapitalistik serta kepentingan politik elektoral pada gilirannya melahirkan banyak kelompok kepentingan baru yang melahirkan proses transformasi identitas secara berkelanjutan dengan pola spiral di mana fragmentasi antar subsuku berubah menjadi singularisasi untuk kemudian kembali diikuti oleh fragmentasi ulang yang bersifat adaptif berbasis kepentingan.

Identity within Dayak society carries both flexibility and complexity, making it continually dynamic. The political-economic transformations occurring around them are believed to contribute to this condition. The rapid expansion of oil palm plantations into the interior of Kalimantan since the early 1980s has shifted the economic patterns of local communities from subsistence-based livelihoods toward a market-oriented economic system. Meanwhile, the political reforms that began in 1998 created greater space for democratization and provided local communities with broader opportunities to participate in politics. Together, these two phenomena have simultaneously reshaped how Dayak identity is understood within society.

The focus of this dissertation is to analyze how political-economic transformations at both local and national levels shape the interpretation of Dayak ethnic identity, their various cultural aspects, and the interests embedded within them. The primary research sites are Sanggau Regency and Pontianak City, using a qualitative approach, particularly a multisited ethnographic method. Data and informants are further supplemented by secondary documents and interviews with additional informants from other regions across West Kalimantan.

Using a social constructionist perspective, the research examines how Dayak identity, an instrument through which various actors pursue their interests, is continuously reconstructed. This study finds that Dayak identity is not fixed. An identity that was once fragmented into hundreds of independent sub-ethnic groups is now interpreted flexibly by its members depending on the context and their current interests. The transition to a more capitalistic economic system, along with electoral political interests, has given rise to numerous new interest groups, producing an ongoing process of identity transformation. This process follows a spiral pattern in which fragmentation among subgroups shifts into singularization, only to be followed again by adaptive re-fragmentation driven by emerging interests.

Kata Kunci : Kata Kunci: Identitas; Etnis, Dayak; Kelapa Sawit; Politik Identitas.

  1. S3-2025-484280-abstract.pdf  
  2. S3-2025-484280-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-484280-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-484280-title.pdf