Laporkan Masalah

TRANSAKSI JUAL-BELI BALA DALAM TRADISI KU’ WE’ DI LINGKUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT KEDANG DI NUSA TENGGARA TIMUR

Muhammad Nuha Maulana Pasya, Dr. Agus Sudaryanto, S.H., M.Si.

2025 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor masih terjadinya jual-beli bala.Selain itu, juga untuk mengkaji perkembangan penggunaan uang bele’ di lingkungan masyarakat hukum adat Kedang.

Penelitian tesis ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan sifat deskriptif, yang dilakukan dengan cara melakukan telaah pustaka (liblary research) melalui data sekunder, lalu dilanjutkan oleh data primer dengan cara studi lapangan melalui wawancara terhadap responden dan narasumber untuk melihat keberlakuan hukum di masyarakat (law in action), dan perkembangan hukumnya (sociology of law). Cara dan alat penelitian yang digunakan adalah dokumen dan wawancara dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terselenggaranya jual-beli bala dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan kunci terselenggaranya jual-beli bala dikarenakan aktivitas tersebut merupakan preseden atas fenomena sosial yang memiliki risiko sosial rendah, dan atas hal tersebut diperkuat oleh diskresi yang dilakukan pemerintah (faktor eksternal). Penggunaan uang bele’ mengalami perkembangan yang terbagi ke dalam empat masa, yang didasari pada penyesuaian keadaan sosial. Perkembangan penggunaan uang bele’ di setiap masanya mengarah pada falsafah hidup masyarakat hukum adat Kedang, yaitu bentuk penghormatan bagi perempuan dan juga sebagai bentuk peradaban yang beradab.

This study aims to identify and analyze the factors contributing to the continued practice of bala trading. In addition, it also aims to examine the development of the use of uang bele' in the Kedang adat law community.

This thesis is an empirical legal study of a descriptive nature, conducted by reviewing literature (library research) using secondary data, followed by primary data collected through field studies involving interviews with respondents and informants to observe the application of law in society (law in action) and the development of law (sociology of law). The research methods and tools used were documents and interviews with a purposive sampling method. The analysis used in this study was qualitative analysis.

The results of the study show that the implementation of bala buying and selling is influenced by internal and external factors. Internal factors are key to implementing bala buying and selling because these activities are precedents for social phenomena with low social risk, which is reinforced by the discretion exercised by the government (external factor). The use of uang bele' has undergone developments that can be divided into four periods, based on adjustments to social conditions.  The development of the use of uang bele'  in each period led to the philosophy of life of the Kedang adat law community, which is a form of respect for women and also a form of civilized culture.

 

Kata Kunci : Masyarakat Hukum Adat, Jual-Beli, Hukum Adat, Uang Bele’.

  1. S2-2025-525389-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525389-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525389-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525389-title.pdf