Adopsi Artificial Intelligence di Kantor Akuntan Publik Afiliasi Internasional
Dhana Driyantama Putra, Prof. Ainun Na'im, M.B.A., Ph.D. ; Arizona Mustikarini, S.E., M.Bus(Acc)., Ph.D., Ak., CA.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi pengadopsian AI dan bagaimana
peran AI dalam pelaksanaan prosedur audit di kantor akuntan publik afiliasi internasional dengan menggunakan teori
institusional logics.
Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus yang melibatkan lima orang dari dua KAP yang berbeda,
yaitu KAP first tier (BIG) dan second tier (MID).
Temuan penelitian: Temuan
menunjukkan bahwa adopsi AI di KAP afiliasi internasional BIG dan MID
dipengaruhi oleh corporation, market, dan professional logics,
yang berpadu membentuk pola hybrid logic dengan karakteristik berbeda di
masing-masing firma. Pada BIG, AI diintegrasikan secara terstruktur untuk
menjaga konsistensi kualitas, memberikan second opinion, dan
meningkatkan efisiensi. Sementara pada MID, AI lebih banyak dimanfaatkan
sebagai referensi tambahan dan bantuan analisis awal yang fleksibel serta
bergantung pada inisiatif individu. Secara keseluruhan, AI berperan sebagai
penguat professional judgement sekaligus sarana untuk meningkatkan
efisiensi, kualitas, dan daya saing KAP.
Kontribusi akademis: Penelitian ini
menunjukkan bagaimana logika institusional korporasi, pasar, dan profesional
mendorong pola adopsi AI yang berbeda namun terintegrasi secara koheren pada
KAP BIG dan MID, meningkatkan efisiensi dan kualitas, sekaligus membuka peluang
penelitian lanjutan tentang peran transformatif AI.
Implikasi praktis:
KAP BIG disarankan memperkuat integrasi AI melalui strategi global,
infrastruktur, dan pelatihan formal. KAP MID harus mengembangkan pedoman dan
meningkatkan literasi digital untuk mengoptimalkan penggunaan AI eksternal yang
fleksibel. Bagi auditor, penting untuk memanfaatkan AI sebagai alat pendukung professional
judgement yang membutuhkan pengembangan keterampilan, sambil menjaga
akuntabilitas dan keamanan data.
Keterbatasan penelitian: Penelitian ini memiliki keterbatasan partisipan, yang hanya mencakup auditor dari KAP BIG dan MID. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan KAP dari berbagai skala serta mempertimbangkan perspektif klien atau proses audit lain guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
Research objectives: This study aims to analyze the factors influencing the
adoption of AI and to examine the role of AI in the execution of audit
procedures within internationally affiliated public accounting firms, using the
theoretical frameworks of institutional logics.
Design/methodology/approach: This study employs a qualitative approach using
multiple case study methods involving five participants from two different
public accounting firms, classified as BIG and MID.
Research findings: The findings indicate
that AI adoption in international affiliated BIG and MID audit firms is shaped
by the interplay of corporate, market, and professional logics, forming hybrid
patterns with distinct characteristics in each firm. In BIG firms, AI is
integrated in a structured manner to ensure consistent quality, provide second
opinions, and enhance administrative efficiency. In MID firms, AI is used more
flexibly as an additional reference and support for preliminary analysis, often
depending on individual initiative. Overall, AI plays a strategic role in
strengthening professional judgment as well as improving efficiency, quality,
and the competitiveness of audit firms.
Academic contribution: This research
demonstrates how distinct corporation, market, and professional institutional
logics drive varying, yet coherently integrated (hybrid), AI adoption patterns
in BIG and MID audit firms, enhancing efficiency and quality while opening
avenues for future study on AI's transformational role.
Practical implications: For BIG
audit firms should reinforce AI integration via global strategies,
infrastructure, and formal training. MID firms need to develop guidelines and
enhance auditor digital literacy to optimize flexible external AI use. For
auditors, it's crucial to leverage AI as a professional judgement support tool,
requiring skill development while maintaining accountability and data securi
Research limitations: This study is limited by its participant scope, which includes only auditors from BIG and MID public accounting firms. Future research is encouraged to involve firms of varying sizes and to consider client perspectives or other audit process to obtain a more comprehensive understanding.
Kata Kunci : Artificial Intelligence, Institusional Logics, Prosedur Audit, Kantor Akuntan Publik, Indonesia. / Artificial Intelligence, Institutional Logics, Audit Procedure, Public Accounting Firms, Indonesia.