Laporkan Masalah

Optimasi pengelolaan sarana olah raga Sunyaragi Cirebon

KHAN, Ayyub, Dr.-Ing.Ir. Andreas Triwiyono, M.Sc

2005 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Sebagai fasilitas suatu kota Sarana Olah Raga (SOR) Sunyaragi merupakan suatu sarana yang digunakan sebagai pembinaan atlet juga digunakan oleh masyarakat guna meningkatkan taraf kesehatannya. Kondisinya yang kurang terawat menyebabkan beberapa bagian dari fasilitas olah raga banyak yang rusak, sehingga kualitas dari SOR menjadi berkurang. Guna meningkatkan fungsi SOR tersebut perlu diketahui minat masyarakat yang menggunakan SOR dan memberikan usulan kebijakan kepada Pemkot Cirebon. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner dan wawancara yang ditujukan kepada masyarakat yang meliputi masyarakat umum, pengguna, kalangan pejabat Pemerintah Kota dan anggota DPRD Kota Cirebon. Analisis yang digunakan dengan sifat diskriptif dari hasil statistik dengan metode Chi.Square sedangkan untuk menyusun strategi menggunakan metode SWOT dan Tes Litmus. Dalam pengelolaan SOR oleh Badan Pengelola Sarana Olah Raga (BAPSOR) 41.7% responden kalangan pemerintahan dan 58.3% anggota DPRD berpendapat kepengurusan BAPSOR tidak bisa dilanjutkan. Dalam pengelolaan SOR oleh BAPSOR harus dilakukan reorganisasi kepengurusannya dengan tenaga professional dan melakukan privatisasi pengelolaan. Hubungan antara minat masyarakat dalam menggunakan SOR Sunyaragi masih tinggi yaitu 64.4% responden mempunyai minat dalam menggunakan SOR. Hubungan antara minat masyarakat dengan jarak SOR, sebesar 43.7% responden kurang berminat dalam menggunakan SOR disebabkan jarak. Hubungan antara minat masyarakat dengan tariff SOR, 33.9% responden berpendapat bahwa tarif yang ada sekarang masih murah. Hubungan antara minat masyarakat kualitas SOR, 58.9% beranggapan bahwa kualitas SOR yang ada masih rendah. Berdasarkan proses analisis SWOT dan Tes Litmus diperoleh empat isu strategis dalam pengelolaan SOR Sunyaragi yaitu (i) Melakukan kerjasama dengan pihak swasta didalam pengelolaan SOR Sunyaragi (ii) Meningkatkan mutu kualitas SOR yang ada. sesuai standar yang ditetapkan (iii) Mengisi orang yang duduk di BAPSOR dengan tenaga profesional (iv) Pemerintah memberikan bantuan dana untuk operasional dan pemerliharaan SOR yang ada sehingga kualitasnya makin meningkat.

As facility of city, Sunyaragi Sport Centre was used by athlete for training as well by public to improve their health standard. Lack of maintenance of this sport centre resulted in a lot of part of it having deterioration, so that the quality of the sport centre decreases. To enhance the sport centre function, community interest on using the sport centre need to be understand and give policy proposal to Government of Cirebon City about the sport centre. This research used questionnaire method and interview to public including sport centre users, government official of Cirebon City and members of parliament (DPRD of Cirebon City). Descriptive analysis used to interpret Chi Square method statistical data whereas SWOT method and Litmus Test were used to compose the strategy. In the matter of sport centre management by Management Committee of Sport Centre (Badan Pengelola Sarana Olah Raga/BAPSOR), 41.4% of government respondent and 58.3% of members of parliament respondent had the opinion that the board of BAPSOR can’t continue its management period. In sport centre management, the board of BAPSOR need to be reorganized by enrol professionals and invite private sector in sport centre management.Public interest on using Sunyaragi Sport Centre still high, that is 64.4% of respondent still had interest on using the sport centre. Relationship between public interest and distance of sport centre is 43.7% of respondent not interested on sport centre because of its distance. Relationship between public interest and fare is, that 33.9% of respondent thought the fare is inexpensive. Relationship between public interest and sport centre quality is, that 58.9% of respondent had opinion that sport centre quality is low. Base on SWOT analysis and Litmus test, there are four strategic issues in Sunyaragi Sport Centre management, that are (i) Cooperation with private sector in Sunyaragi Sport Centre management, (ii) Improve sport centre quality to the standard level, (iii) Enrol professionals in board of BAPSOR, (iv) Fund support from government for sport centre operational and maintenance to improve its quality.

Kata Kunci : Fasilitas Olah Raga,Pengelolaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.