Jam kerja dan pendapatan pekerja wanita pada sektor non pertanian di desa Triharjo kecamatan Sleman
Kumala Retno Budi Rahayu, Drs. Kasto, M.A.
1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini untuk mengetahui jam kerja dan pendapatan di sektor non pertanian pada angkatan kerja wanita. Jam kerja dan pendapatan dibedakan menurut karak-teristiknya seperti: Umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, penglaman kerja. Mengingat terbatasnya waktu, tenaga dan beaya yang tersedia, maka hanya sebagian saja populasi yang diteli-ti. Oleh karena itu pemilihan daerah penelitian mengguna-kan metode purposive sesuai dengan penelitian dan pengambilan responden secara random. Responden dalam penelitian ini adalah anggota keluarga wanita berusia 10 tahun ke atas yang bekerja di sektor non pertanian di tambah Kepala Keluarga dari 99 Kepala Keluarga. Dari 99 Kepala Keluarga terdapat 108 wanita yang bekerja di luar pertanian. Untuk analisanya digunakan tabel frekuensi dan tabel silang. di desa Adanya kemudahan fasilitas transportasi Triharjo, ternyata banyak memberikan kemudahan bagi angkatan kerja wanita untuk melakukan kegiatan ekonomi, Di samping itu didukung oleh letak daerah yang sangat strategis, karena dekat dengan pusat perekonomian dan pusat pemerintahan kabupaten Sleman, sehingga jenis kegiatan di daerah penelitian sangat bervariasi. Angkatan kerja wanita yang bekerja di luar desa tempat tinggal sebesar 47,2 persen. Pekerja wanita yang memiliki jam kerja penuh dan pendapatan besar (lebih Rp 60.000), terdapat pada lapan-gan pekerjaan di sektor jasa. Kebanyakan dari kelompok int adalah pegawai negeri, yang mempunyai jam kerja serta pendapatan yang tetap. Dibanding dengan sektor ondustri, Jam kerja di atas 60 jam/minggu, terdapat pada sektor Jasa lainnya seperti; pramuniaga toko, salon dan penja-hit. Lapangan pekerjaan industri sebagian besar responden mempunyai pendapatan kurang dari Rp 60.000,00 yaitu sebesar 69,0 persen, namun bila dilihat jam kerja mereka cukup panjang yaitu sebesar 76,2 persen memiliki jam kerja 35 jam/minggu lebih. Namun demikian ternyata banyak juga yang bekerja di pabrik sebagai buruh, hal ini diduga semakin tingginya penawaran teraga kerja khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilihat tingkat pendidikan angkatan kerja wanita di daerah penelitian sudah cukup tinggi, yaitu 48,1 persen mempunyai pendidikan di atas SMTA. Bila dihungkan dengan jam kerja, menunjukkan pola yang tidak teratur namun masih mempunyai kecenderungan positif walaupun lemah. ada Namun, bila di hubungkan dengan pendapatan maka, hubungan yang positif. Dimana 67,3 persen memiliki penda-patan di atas Rp 60.000,00 dan memiliki tingkat pendidi kan Sekolah Menengah Tingkat Atas ke atas.servasi tanah (P).
-
Kata Kunci : Jam kerja,Pekerja wanita,pendapatan pekerja wanita,Sleman, DIY