Laporkan Masalah

Bahaya erosi permukaan daerah aliran sungai Serang hulu di atas kota Kemusu kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Kuswaji Dwi Priyono, Drs. Tukidal Yunianto, M.Sc.

1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasi dan meng-evaluasi tingkat bahaya erosi permukaan, serta memetakan bahaya erosi permukaan daerah penelitian. Hasil akhir di-sajikan dalam Peta Bahaya Erosi Permukaan skala 1: 50.000. Klasifikasi tingkat bahaya erosi permukaan didasarkan pada jumlah kehilangan tanah maksimum. Perhitungan jumlah kehilangan tanah maksimum menggunakan metoda persamaan u-mum kehilangan tanah (USLE) oleh Wischmeier dan Smith, dan dilakukan pada setiap satuan lahan. Satuan lahan diperoleh melalui interpretasi citra foto udara inframerah berwarna semu skala 1: 30.000 th. 1981/1982. Dari hasil klasifikasi didapatkan bahwa daerah peneli-tian seluas: 6.687,5 hektar (26,78%) mempunyai tingkat ba-haya erosi sangat rendah, 2.962,5 hektar (11,86%) dengan tingkat bahaya erosi rendah, 5.025,0 hektar (20,12%) de-ngan tingkat bahaya erosi sedang, 287,5 hektar (1,15%) dengan tingkat bahaya erosi tinggi, dan 5.375,0 hektar (21,52%) dengan tingkat bahaya erosi sangat tinggi, se-dangkan seluas 4.637,5 hektar (18,57%) yang merupakan la-han permukiman dinyatakan mempunyai tingkat bahaya erosi sangat rendah. Satuan-satuan lahan dengan bentuk penggunaan lahan sa-wah dan hutan mempunyai tingkat bahaya erosi sangat rendah, satuan-satuan lahan dengan bentuk penggunaan lahan tegalan mempunyai tingkat bahaya erosi sangat rendah hingga sangat tinggi, dan satuan-satuan lahan dengan bentuk penggunaan lahan semak dan perkebunan pinus mempunyai tingkat bahaya erosi sangat tinggi. Faktor bahaya erosi yang paling dominan dalam mempe-ngaruhi tingkat bahaya erosi pada satuan-satuan lahan de-ngan bentuk penggunaan lahan sawah adalah faktor kemiring-an lereng erosi (S), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan lahan/praktek konservasi tanah (P); pa-da satuan-satuan lahan dengan bentuk penggunaan lahan hu-tan adalah faktor pengelolaan tanaman (C); pada satuan-satuan lahan dengan bentuk penggunaan lahan tegalan, se-mak, dan perkebunan pinus adalah faktor kemiringan lereng erosi (S) dan faktor pengelolaan lahan/praktek konservasi tanah (P).

Kata Kunci : Bahaya erosi permukaan,Daerah aliran sungai,Boyolali,Jawa Tengah

  1. S1-1988-Kuswaji_Dwi_Priyono-abstract.PDF  
  2. S1-1988-Kuswaji_Dwi_Priyono-bibliography.PDF  
  3. S1-1988-Kuswaji_Dwi_Priyono-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1988-Kuswaji_Dwi_Priyono-title.PDF