Laporkan Masalah

Optimalisasi kegiatan pemanfaatan lahan hutan untuk peningkatan pendapatan masyarakat di kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang (Kasus desa Sepakung)

Mochamad Yunus, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1999 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Tingginya tekanan penduduk pada lahan pertanian mengakibatkan luas penguasaan lahan pertanian menjadi berkurang. Pemilikan lahan pertanian yang sempit, khususnya pada areal lahan hutan pada gradien kelerengan tinggi merupakan dilema bagi petani hutan, harus memperhatikan faktor ekologi atau faktor ekonomi. Penelitian ini memfokuskan pada permasalahan sempitnya kepemilikan lahan oleh petani hutan pada gadien kelerengan tinggi. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah agar petani dapat memanfaatkan lahan hutan seoptimal mungkin dengan memperhatikan aspek-aspek ekologi dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan daerah sasaran penelitian adalah 5 desa yang memiliki areal lahan hutan di kecamatan Banyubiru kabupaten Semarang. Daerah sampel penelitian adalah Desa Sepakung, salah satu desa yang memilli areai lahan hutan paling luas diantara 5 desa yang memilki lahan hutan dan terletak di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Dati II Semarang. Data yang digunakan adalah data primer serta data sekunder sebagai pendukung. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara yang menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui instansi-instansi yang terkait dengan penelitian. Responden yang dipilih di daerah sampel adalah petani hutan yang cenderung memanfaatkan lahan hutan secara agrozilvopastural, agroforestry dan agrostivokultur. Jumlah sampel responden ditetapkan menurut aturan Morgan, yaitu 90 petani yang dibagi secara quota dengan penarikan sampel besar menjadi 30 petani atau responden pada tiap zone kelerengan. Alat uji statistik yang digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian adalah analisis korelasional, regresi berganda dan analisis proyek. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini adalah adanya pengaruh antara tingkat pengatahuan pengelolaan lahan hutan dengan produksi kegiatan pemanfaatan lahan hutan. Secara keruangan pengeruh tersebut berbeda-beda. Pengaruh paling besar antara pengetahuan terhadap produksi pemanfaatan lahan hutan berada pada lereng tengah. Kendala optimalisasi pemanfaatan lahan hutan yang paling tinggi persentasenya adalah modal dengan tingkat pengaruh > 90% Ketergantungan petani terhadap tindakan pemerintah dalam usaha optimalisasi sangat tinggi, angka statistik menunjukkan bahwa tingkat ketergantunan tersebut mencapai 90%. Nilai ekonomi yang paling tinggi dari kegiatan pemanfaatan lahan hutan antara agrosilvopastural, agroforestry, dan agrosilvokultur, setelah diuji melalui analisis proyek, ternyata sistem agroforsetry mempunyai nilai ekonomi paling tinggi. Sungguhpun demikian, kesesuaian zistem pemanfaatan lahan huwan akan tergantung pada kondisi kelerengan dan sifat fisik lahan yang lainnya. Melalui analisis konservasi pemanfaatan lahan hutan, maka setiap sistem ternyata sesuai untuk kepentingan konservasi pada setiap kelerengan.

-

Kata Kunci : Pemanfaatan lahan hutan,peningkatan pendapatan masyarakat,Banyubiru,Semarang,Jawa Tengah

  1. S1-1999-Mochamad_Yunus-abstract.PDF  
  2. S1-1999-Mochamad_Yunus-bibliography.PDF  
  3. S1-1999-Mochamad_Yunus-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1999-Mochamad_Yunus-title.PDF