Laporkan Masalah

Circular Economy (CE) Implementation in the Fashion and Textiles Industry: A Systematic Literature Review

Indira Maia Khalishah, Dr. Bevaola Kusumasari, SIP., M.Si.

2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Industri fesyen dan tekstil telah berkembang pesat, namun dikenal luas karena rendahnya tingkat keberlanjutannya. Ekonomi sirkular (circular economy/CE) semakin mendapat perhatian dalam kajian akademik dan kebijakan sebagai respons terhadap tantangan tersebut. CE dipahami secara teoretis sebagai suatu metode transformasi sistemik. Namun demikian, penerapannya masih menjadi perdebatan. Studi ini melakukan tinjauan pustaka sistematis terhadap penelitian CE dalam sektor fesyen dan tekstil, mencakup publikasi dari tahun 2014 hingga saat ini. Hasil kajian menunjukkan adanya ketimpangan pengetahuan secara geografis yang didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi, sementara negara-negara Global Selatan—yang menjadi lokasi utama produksi tekstil—masih kurang terwakili. Analisis ini mengidentifikasi enam klaster tematik utama, yaitu: (1) Bisnis dan Manajemen, (2) Regulasi dalam Industri Garmen, (3) Hambatan dan Perilaku, (4) Transisi, (5) Model dan Praktik, serta (6) Pengelolaan Limbah dan Sumber Daya. Seiring waktu, kajian dalam bidang ini pada awalnya berfokus pada model operasional dan strategi di tingkat perusahaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, fokus tersebut bergeser ke arah tata kelola dan pendekatan yang berpusat pada bisnis. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa pencapaian sirkularitas yang efektif memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat institusionalisasi, mendorong keadilan dalam standar global, serta mengembangkan koordinasi tata kelola multi-pemangku kepentingan. Studi ini berkontribusi pada pemahaman sistematis mengenai perkembangan riset CE dalam industri tekstil dan menyoroti peluang penelitian ke depan, khususnya dalam mengkaji dimensi sosial, memverifikasi klaim keberlanjutan korporasi, serta mengembangkan perspektif perbandingan lintas negara.

Fashion and textile industries have grown rapidly, but are notorious for their lack of sustainability. The circular economy (CE) has gained momentum in academic and policy attention as a response to this challenge. CE is theorized as a systemic transformation method.  However, its application remains contested. This study conducts a systematic literature review of CE within this sector, covering publications from 2014 to the present. The results reveal an unequal geographical knowledge that is dominated by high-income countries, while the Global South, home to much of textile production, remains underrepresented. The analysis identifies six major thematic clusters: (1) Business and Management, (2) Regulation in the Apparel Industry, (3) Barriers and Behavior, (4) Transition, (5) Models and Practices, and (6) Waste and Resource Management. Over time, this subject focused on operational models and firm-level strategies. In recent years, however, it has shifted towards governance and business-centered. The findings further suggest that effective circularity requires all stakeholders to create stronger institutionalization, equity in global standards, and engage in multi-stakeholder governance coordination. This study contributed to a systematic understanding of how CE research in textiles has evolved and highlights opportunities for future work, particularly in addressing social dimensions, verifying corporate sustainability claims, and advancing cross-country comparative perspectives.

Kata Kunci : fashion, textile, implementation, circular economy, policy, bibliometric

  1. S1-2025-492290-abstract.pdf  
  2. S1-2025-492290-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-492290-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-492290-title.pdf