Laporkan Masalah

Partisipasi Perempuan dalam Manajemen Air Bersih Rumah Tangga di Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten

NONA CHALISTA AURORA N, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si.,M.Si ; Prof. Dr. Ig.L.Setyawan Purnama, M.Si

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Perubahan iklim meningkatkan risiko kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, sehingga partisipasi perempuan dalam manajemen air di tingkat rumah tangga menjadi sangat penting. Kabupaten Klaten memiliki keragaman geografis yang memengaruhi kondisi air, seperti Desa Sidorejo yang rentan kekeringan dan Desa Pluneng yang relatif stabil sumber airnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air bersih, menganalisis praktik manajemen air bersih rumah tangga dan menganalisis partisipasi perempuan dalam manajemen air bersih rumah tangga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang (air terbatas) dan Desa Plunneng, Kecamatan Kebonarum (air melimpah). Menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih di Desa Sidorejo mengalami defisit air dan Desa plunneng mengalami surplus air. Praktik manajemen air bersih di Desa Sidorejo menghadapi keterbatasan air sehingga menerapkan strategi pengelolaan yang lebih ketat, seperti membatasi penggunaan air, menampung air hujan, memanfaatkan ulang air, serta berbagi dengan tetangga saat musim kemarau. Sementara itu, masyarakat Desa Pluneng yang memiliki sumber air relatif stabil cenderung menggunakan air secara kurang ketat. Terkait partisipasi perempuan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang lebih tinggi karena terpicu kondisi krisis air bersih, sedangkan di Desa Plunneng, Kecamatan Kebonarum lebih rendah karena ketersediaan air yang stabil.

Climate change increases the risk of drought, which impacts clean water availability. Therefore, women's participation in water management at the household level is crucial. Klaten Regency has geographical diversity that influences water conditions, such as Sidorejo Village, which is prone to drought, and Pluneng Village, which has a relatively stable water source. This study aims to analyze clean water availability, analyze household clean water management practices, and analyze women's participation in household clean water management in Sidorejo Village, Kemalang District (limited water) and Plunneng Village, Kebonarum District (abundant water). Using qualitative and quantitative descriptive methods, the results show that clean water availability in Sidorejo Village experiences a water deficit and Plunneng Village experiences a water surplus. Clean water management practices in Sidorejo Village face water limitations, so they implement stricter management strategies, such as limiting water use, collecting rainwater, reusing water, and sharing with neighbors during the dry season. Meanwhile, the people of Pluneng Village, which has a relatively stable water source, tend to use water less strictly. Regarding women's participation in Sidorejo Village, Kemalang District, it is higher due to the clean water crisis, while in Plunneng Village, Kebonarum District, it is lower due to stable water availability.

Kata Kunci : Partisipasi perempuan, manajemen air bersih, ibu rumah tangga, adaptif-kontekstual.

  1. S2-2025-529160-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529160-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529160-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529160-title.pdf