Studi Eksperimental Erosi Akibat Kebocoran di Sekitar Sambungan dan Outlet pada Saluran Gorong-Gorong Persegi
Wan Muhammad Akbar, Prof. Dr. Ir. Hary Christady Hardiyatmo, M.Eng., DEA ; Dr. Eng. Ir. Fikri Faris, S.T., M.Eng
2025 | Tesis | S2 Teknik SipilGorong-gorong berperan penting dalam mengendalikan aliran air permukaan, namun sering mengalami kerusakan seperti retakan atau celah pada sambungan. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh kesalahan pemasangan, beban lalu lintas, atau mutu material yang rendah. Kondisi tersebut berpotensi memicu erosi internal yang melemahkan kestabilan tanah. Jika berlanjut, erosi dapat membentuk rongga di dalam tanah dan menimbulkan sinkhole. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan model gorong-gorong persegi skala 1:10. Fokus penelitian ini adalah erosi yang terjadi di sambungan dan di bagian outlet. Erosi yang terjadi akan melihat pengaruh letak kebocoran, lama waktu pengaliran, tanpa penutup di sambungan, kecepatan aliran, dan lebar bukan outlet terhadap massa tanah yang tererosi. Penelitian juga mengkaji terbentuknya sinkhole di saluran gorong-gorong persegi dan fungsi dari dinding sayap dalam mencegah erosi di outlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi terbanyak terjadi pada celah bagian bawah. Pola erosi pada celah samping dan atas relatif sama, sedangkan pada tiga celah (dua samping dan atas), massa tanah yang tererosi lebih sedikit dibandingkan pada celah bawah. Namun, seiring waktu aliran diteruskan, erosi pada celah dengan tiga posisi terus meningkat, berbeda dengan kondisi celah tunggal yang justru mengalami penyumbatan. Pengujian tanpa penutup menghasilkan erosi yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi menggunakan penutup. Selain itu, semakin tinggi kecepatan aliran, semakin besar pula massa tanah yang tererosi. Perbedaan gradasi tanah juga memberikan pengaruh yang berbeda terhadap erosi ketika terjadi kebocoran di outlet. Pada tanah dengan gradasi baik, semakin lebar bukaan outlet maka erosi yang terjadi semakin banyak. Sebaliknya, pada tanah dengan gradasi buruk, semakin lebar bukaan outlet justru menghasilkan massa tanah tererosi yang lebih sedikit. Dengan penggunaan dinding sayap mampu mereduksi erosi di outlet. Secara keseluruhan, tahap erosi dibagi menjadi tiga fase yakni fase prakondisi erosi, fase erosi berlangsung, dan erosi infiltrasi.
Kata Kunci : Gorong-gorong; bocoran, isapan, sinkhole, erosi