Laporkan Masalah

Studi potensi airtanah bebas dengan pendekatan unit bentuk lahan di DAS Kedunggedang kecamatan Nglipar kabupaten Gunung Kidul

Maryata, Drs. Suyono, M.S.; Drs. Suratman, M.Sc.

1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

DAS Kedunggedang tersusun oleh 4 Formasi batuan yang lingkungan pengendapannya berbeda, dan mengalani pengangkatan berulang-ulang dalan waktu dan intensitas yang berbeda. Proses pengangkatan tersebut menyebabkan terjadinya pelipatan, patahan dan beberapa kali intrusi, serta menyebab-kan terbentuknys relief yang kompleks. Relief yang kompleks tersebut berpengaruh langsung terhadap proses geomorfologi. Variasi relief, struktur, litologi dan proses geomorfologi. menyebabkan bervariasinya unit bentuklahan, karakteristik dan agihan airtanah bebas di daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik, agi-han dan potensi sirtanah bebas. Karakteristik airtanah bebas (kedalaman, permeabilitas, kualitas), disajikan dalam unit hidromorfologi, selanjutnya digunakan untuk menentukan potensi airtanah. Potenul airtanah ditentukan dari konbinssi karak-teristik sirtanah bebas pada setiap unit hidromorfologi. Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah pertana dilakukan kajian geomorfologi khususnya bentuklahan, melalui interpretasi foto udara yang dikoreksi dengan hasil cek lapangan. Unit bentuk-Ishan hasil kajian geomorfologi, digunakan sebagai daser penentuan titik sampel, dalam mempelajari karakteristik air-tanah bebas di daerah penelitian Unit hidromorfologi disusun bebas, digunakan untuk menunjukkan sgihan karakteristik sirtanah bebas dan untuk menentukan klas potensi sirtanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik airtanah bebas di daerah penelitian sangat bervariasi, di pengaruhi kondisi fisik daerah, yang tercermin pada bentuklahan. Setiap bentuklahan memiliki sifat tanggap (respon) terhadap air tez-tentu, dan memiliki karakteristik sirtanah tertentu pula. Urit bentuklahan dapat mencerminkan agihan, karakteristik dan potenai airtanah bebas di daerah penelitian, yang variasinya terkontrol oleh relief, struktur, litologi merte material permukaan dan penggunaan ishan. Variasi karakteristik sir-tanah beban di daerah penelitian, terbukti dari bervariasinya kedalaman sirtanah, permeabilitas dan kualitas sirtansh, yang tercermin pada unit hidromorfologi. Daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 7 unit hidromorfologi, yang menggambarkan kondisi unit bentuklahan dan karakteristik air tanah. Berda-sarkan karakteristik airtanah bebas tersebut, daerah peneli-tian dapat dibedakan menjadi 3 wilayah potensi sirtanah, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Potensi sirtanah rendah (Par), ter-dapat pada dataran lenbah aluvio koluvial berbatuan Alluvium-Kolluvium (F1), kedalaman airtanah dangkal, permeabilitas sedang dan kualitas sirtanah jelek. Fotensi airtanah sedang (Pas), terdapat pada perbukitan dan lereng perbukitan pada Formasi Nglanggran (52, S3 dan S4), dan pada perbukitan pada Formasi Senilir (51) kedalaman sirtanah sedang dan dalan, per-meabilitas sedang dan kualitas sirtanah baik. Pada perbukitan struktural solusional pada Formasi Oyo (Sk1 dan SK2), kedala-man airtansh sedang dan dalam, permeabilitas sedang dan kuali-tas sirtanah sedang. Potensi siztanah tinggi (Fat), terdapat pada lereng kaki perbukitan struktural pada Formasi Sambipitu (55), dengan kedalaman sirtanah dangkal, permeabilitas sedang dan kualitas airtunash baik.

-

Kata Kunci : Airtanah bebas, bentuk lahan,Glipar,Gunungkidul,DIY

  1. S1-1995-Maryata-abstract.PDF  
  2. S1-1995-Maryata-bibliography.PDF  
  3. S1-1995-Maryata-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1995-Maryata-title.PDF