Laporkan Masalah

Pekerja wanita Pada sektor non pertanian di kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun

Mohammad Kambali, Prof. Drs. Kasto, M.A.

1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Semakin berkurangnya lahan pertanian, yang diperuntukkan perumahan maupun perkantoran, menyebabkan berkurangnya kesem-patan kerja di bidang pertanian di pedesaan, hal ini mengaki-batkan banyaknya pekerja wanita yang beralih bekerja di bidang non--pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan jam kerja di sektor non-pertanian pada angkatan kerja wanita di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Jam kerja dan penda-patan dibedakan menurut karakteristiknya yaitu umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman kerja. Mengingat terbatasnya waktu, tenaga dan biaya yang ter-sedia, maka hanya sebagian saja populasi yang diteliti. Oleh karena itu pemilihan daerah penelitian menggunakan metode purposive sesuai dengan penelitian dan pengambilan responden secara random. Responden dalam penelitian ini adalah wanita berusia 10 tahun ke atas, yang sedang bekerja di sektor non-pertanian, sebanyak 150 responden dari 497 populasi yang ada. Adanya kemudian fasilitas transportasi di desa peneliti-an, ternyata banyak memberikan kemudahan bagi angkatan kerja wanita untuk melakukan kegiatan ekonomi, disamping itu didu-kung oleh letak daerah yang relatif strategis, karena dekat dengan pusat perekonomian dan pusat pemerintahan Kecamatan Dagangan, sehingga jenis kegiatan yang ada di daerah peneli-tian sangat bervariasi. Rata-rata umur pekerja wanita adalah 41,3 tahun, dengan jam kerja rata-rata sebesar 38,4 jam/minggu. Sedangkan kalau dilihat berdasarkan pengalaman kerja atau masa kerja pekerja wanita, ternyata telah lama berpengalaman yaitu rata-rata 14,7 tahun. Pekerja wanita yang bekerja pada jasa perdagangan sebe-sar 52,7 persen, dan industri rumah tangga sebesar 24,7 per-sen. Namun demikian penghasilan yang diperoleh masih rendah, yaitu rata-rata sebesar Rp. 42.947;/bulan, dimana sebagian besar (36,7 persen) bekerja kurang dari 35 jam per minggunya. Tingkat pendidikan mempunyai pengaruh yang berkecende-rungan positif terhadap pendapatan pekerja wanita, ini di-tunjukkan untuk tingkat pendidikan Sekolah Dasar mempunyai rata-rata pendapatan sebesar Rp. 36.344; untuk SLTP mening-kat menjadi Rp. 62.909; dan untuk SLTA sebesar Rp. 98.357;. Kalau dilihat berdasarkan lapangan pekerjaan, ternyata pa-da lapangan pekerjaan jasa formal mempunyai pendapatan yang lebih tinggi daripada jasa non-formal, masing-masing sebe-sar Rp. 97.818; dan Rp. 73.308;. Secara keseluruhan lapang-an pekerjaan jasa mempunyai rata-rata jam kerja yang lebih tinggi (39,9 jam / minggu), jika dibandingkan dengan lapang-an pekerjaan industri (35,1 jam/minggu).

-

Kata Kunci : Pekerja Wanita,Sektor Dagang,Madiun,Jawa Timur

  1. S1-1996-Mohammad_Kambali-abstract.PDF  
  2. S1-1996-Mohammad_Kambali-bibliography.PDF  
  3. S1-1996-Mohammad_Kambali-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1996-Mohammad_Kambali-title.PDF