Laporkan Masalah

Analisis daya dukung lingkungan untuk perencanaan pengembangan wilayah kabupaten Kebumen

Lutfi Muta'ali, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

1993 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Fokus penulisan ini adalah analisis daya dukung ling-kungan dari aspek lahan pertanian untuk perencanaan pengen-bangan wilayah. Penelitian dilaksanakan tingkat regional, di Kabupaten Kebumen Propinsi Jawa Tengah. Tujuari Penelitian untuk mengkaji beberapa aspek yang berkaitan dengan dinamika daya dukung lingkungan beserta implikasinys terhadap perencanaan pengembangan wilayah. Untuk mencapsi tujuan tersebut, digunakan Metode Analisa Data Sekunder. Analisis dilakukan pada tingkat Kecamatan dan Ferwilayahan Pembangunan. Pengolahan data menggunakan tiga tehnik lisis, yaitu 1) analisis matematik (penggunaan rumus Tekanan Penduduk yang dimodifikasi dalam Program Komputer Indek Daya Dukung Lingkungan). 2) analisis statistik (tehnik korelasi regresi ganda) dengan program komputer SPSS/PC dan uji beda 't test pada taraf signifikansi 95 %. 3) analisis deskrip-tif. ana- Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir Pen-bangunan Jangka Panjang Tahap (PJPT) Pertama tahun 1993, kondisi daya dukung lingkungan lahan pertanian di daerah penelitian telah melampaui batas optimum. Secara keruangan terdapat variasi nilai indek daya dukung lingkungan, yaitu antara 0,22 hingga 0,60 atau rata-rata 0,32. Dengan demikian lahan pertanian tidak mampu mendukung kebutuhan hidup layak bagi penduduk setempat (jika hanya menggantungkan pada hasil pertanian). Jumlah penduduk petani optimal sebesar 201.570 Jiwa atau 32 % dari seluruh jumlah penduduk petani. Untuk mendukung seluruh jumlah penduduk petani dibutuhkan lahan pertanian tambahan seluas 2,16 kali lipat dari luas lahan pertanian yang ada. Tanpa ada upaya peningkatan daya dukung lingkungan, diperkirakan estimasi prospek pada lima dan sepuluh tahun PJPT Kedua akan terus menurun, menjadi 0,30 dan 0,29 pada tahun 1998 dan 2003. Uji statistik nilai indek daya dukung lingkungan pada tingkat Kecamatan dan Perui-layahan Pembangunan tidak menunjukkan adanya perbedaan. Lebih lanjut ditunjukkan bahwa terjadinya variasi daya dukung lingkungan lahan pertanian sebagian besar (68,33 ) dipengaruhi oleh rasio penduduk petani dan lahan pertanian, persentase penduduk petani, pendapatan petani dari luar pertanian, jumlah penduduk, luas lahan pertanian untuk hidup layak, manfaat lahan pertanian, pertumbuhan penduduk, luas lahan permukiman dan luas lahan pertanian irigasi. Selebih-nya (31.67 %) disebabkan faktor pengaruh di luar faktor yang diamati dalam penelitian. Dari sembilan faktor tersebut, lima faktor pertama memiliki pengaruh sangat kuat. Di antara faktor-faktor yang berpengaruh tersebut, faktor persentase penduduk petani yang paling besar pengaruhnya. Secara kese-luruhan hasil penelitian memberi indikasi bahwa daya dukung lingkungan kurang dipertimbangkan dalam penyusunan Perwila-yahan Pembangunan Kabupaten Kebumen. Berdasarkan potensi dan permasalahan yang berkembang di daerah penelitian, maka dalam Perencanaan Pengembangan Wilayah (Upays optimasi pemanfaatan potensi sumberdaya dan peningkatan daya dukung wilayah) perlu mempertimbangkan aspek daya dukung ling-kungan. Dus pendekatan pembangunan yang dapat digunakan dalam pertimbangan tersebut, yaitu pendekatan sektoral dan pendekatan wilayah.

-

Kata Kunci : Geografi wilayah,Dinamika lingkungan, pengembangan wilayah

  1. S1-1993-Luthfi_Mutaali-abstract.pdf  
  2. S1-1993-Luthfi_Mutaali-bibliography.pdf  
  3. S1-1993-Luthfi_Mutaali-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1993-Luthfi_Mutaali-title.pdf