FAKTOR RISIKO KEGAGALAN TERAPI LARUTAN ASAM TRIKLOROASETAT 90% PADA PASIEN KONDILOMA AKUMINATA
Raden Roro Rini Andayani, Dr. dr. Satiti Retno Pudjiati, Sp.D.V.E., Subsp.Ven. ; dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp. Ven
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Latar Belakang: Kondiloma akuminata (KA) adalah infeksi menular seksual
umum yang disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV). Asam
trikloroasetat (TCA) 90% secara luas digunakan sebagai terapi destruktif,
dengan efektivitas mencapai 82%, meskipun kegagalan pengobatan dapat terjadi
hingga sepertiga kasus. Studi komprehensif yang menilai faktor prediktor
kegagalan TCA masih terbatas.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor risiko yang terkait dengan
kegagalan pengobatan TCA 90% pada pasien KA.
Metode: Studi observasional analitik ini menggunakan desain kasus-kontrol yang melibatkan pasien KA yang dirawat dengan TCA di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito dari Januari 2022 hingga Februari 2025. Pasien dengan kegagalan pengobatan dimasukkan ke kelompok kasus, sedangkan mereka yang mencapai perbaikan klinis membentuk kelompok kontrol. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Mann–Whitney. Variabel dengan $p < 0>
Hasil: Jumlah subjek adalah 62 pasien KA, dengan 31 di kelompok
kontrol dan 31 di kelompok kasus. Status HIV-positif, ukuran lesi lebih besar
dari 2 cm, dan lesi multipel diidentifikasi sebagai prediktor signifikan
kegagalan pengobatan TCA. Pasien HIV-positif memiliki peningkatan risiko
kegagalan empat kali lipat. Lesi >2 cm meningkatkan risiko kegagalan lebih
dari lima kali lipat, sementara lesi multipel meningkatkan risiko lebih dari
enam kali lipat.
Kesimpulan: Infeksi HIV, ukuran lesi lebih besar dari 2 cm, dan lesi
multipel adalah faktor risiko independen untuk kegagalan pengobatan TCA pada
pasien KA.
Background:
Condyloma acuminata (CA) is a common sexually transmitted infection caused by
Human papillomavirus (HPV). Trichloroacetic acid (TCA) 90% is widely used as a
destructive therapy, with effectiveness reaching 82%, although treatment
failure may occur in up to one-third of cases. Comprehensive studies assessing
predictors of TCA failure remain limited.
Purpose: To identify
risk factors associated with treatment failure of 90% TCA in CA patients.
Method: This analytical observational study used a case–control design involving CA patients treated with TCA at Dr. Sardjito General Hospital from January 2022 to February 2025. Patients with treatment failure were assigned to the case group, while those achieving clinical improvement formed the control group. Data were obtained retrospectively from medical records. Bivariate analysis was performed using Chi-square and Mann–Whitney tests. Variables with p < 0>
Results: The number of
subjects was 62 CA patients, with 31 in the control group and 31 in the case
group. HIV-positive status, lesion size greater than 2 cm, and multiple lesions
were identified as significant predictors of TCA treatment failure.
HIV-positive patients had a four fold increased risk of failure. Lesions >2
cm increased failure risk more than fivefold, while multiple lesions increased
risk more than sixfold.
Conclusion: HIV
infection, lesion size greater than 2 cm, and multiple lesions are independent
risk factors for TCA treatment failure in CA patients.
Kata Kunci : : Kondiloma akuminata, Human Papillomavirus, asam trikloroasetat, kegagalan terapi, faktor risiko. ?