Laporkan Masalah

Penggunaan perkreditan pedesaan di desa Poncosari kecamatan Srandakan kabupaten Daerah Tingkat II Bantul

Malaysianto, Drs. Rafael Murtomo, M.S.

1990 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Keberadaan lembaga perkreditan pedesaan bertujuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di pedesaan. Oleh karena itu lembaga ini seyogjanya dapat dimanfaatkan oleh petani. Hal ini berkaitan erat dengan penggunaan kredit, artinya penggunaan kredit yang tepat dapat mendukung ter-capainya tujuan tersebut. Penggunaan kredit akan lebih baik apabila tersedia kredit pada saat diperlukan. Namun keberadaan lembaga perkreditan belum dapat dimanfaatkan oleh seluruh tingkatan petani, karena hambatan prosedural yang tidak mudah dielakkan. Berdasarkan kenyataan di atas, maka tujuan penelitian ini, pertama mengukur pe-ngaruh tingkat sosial ekonomi terhadap penggunaan kredit, ke dua mengukur pengaruh penggunaan kredit terhadap jum-lah produksi usaha tani padi. Terpilih sebagai lokasi penelitian adalah Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul. Adapun metode penelitian yang digunakan untuk men-capai tujuan penelitian ini adalah metode survai. Penen-tuan sampel wilayah dilakukan secara purposif, ber-dasarkan jarak yang berbeda untuk mencapai BRI, kondisi pengairan, dan keragaman kegiatan ekonomi sampingan. Ter-pilih sebagai dusun sampel penelitian adalah Dusun Godekan dan Dusun Sambeng 3. Populasi sampling adalah petani pemilik, sedangkan populasi sasarannya adalah petani yang menggunakan kredit. Jumlah responden sebesar 35 responden petani pengguna kredit di masing-masing dusun sampel, baik dari sumber kredit formal maupun sum-ber kredit informal. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis tabel frekkuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan, petani di daerah. penelitian dengan tingkat sosial ekonominya tinggi (33) persen di Dusun Godekan dan 50 persen di Dusun Sambeng 3) memanfaatkan sumber kredit formal melalui BRI lebih besar daripada petani tingkat sosial ekonomi rendah (14 persen di Dusun Godekan dan 23 persen di Dusun Sambeng 3). Namun keadaan ini tidak terjadi pada sumber kredit formal melalui KUT/KUD, justru petani tingkat sosial ekonomi rendah banyak yang memanfaatkan sumber kredit KUT/KUD. Sumber kredit informal yang dimanfaatkan petani tingkat sosial ekonomi rendah jumlahnya lebih besar daripada petani tingkat sosial ekonomi tinggi. Hasil lain menun-jukkan ada hubungan positif antara tingkat sosial ekonomi dengan penggunaan kredit. Petani tingkat sosial ekonomi tinggi menggunakan kredit untuk produktif pertanian lebih banyak daripada petani tingkat sosial ekonomi rendah. Berkaitan dengan jumlah produksi usaha tani padi, nyata semakin tinggi jumlah penggunaan kredit yang ber-sifat produktif pertanian, maka semakin tinggi jumlah produksinya.

-

Kata Kunci : erkreditan desa,pedesaan,Srandakan,Bantul,DIY

  1. S1-1990-Malaysianto-abstract.PDF  
  2. S1-1990-Malaysianto-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-Malaysianto-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-Malaysianto-title.PDF