Agihan keruangan pedagang kaki lima di kotamadya Yogyakarta
Makmurwadi, Drs. Tadjuddin Noer Effendi
1983 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola per sebaran pedagang kaki lina di Kotamedya Yogyakarta, serta ingin mengetahui pula pertimbangan pemilihan lokasi usche-nys. Di Kotamadya Yogyakarta banyak bermunculan pedagang kaki lima, bagaikan jam?r di musim hujan, mereka menempati lokasi yang dianggap strategis. Hampir sebagian besar pe-degang kaki lima memilih lokasi dekat pusat kegiatan/pela-yanan umum. Walaupun pada kenyataannya daerah pusat kegist-an/pelayanan umum itu persaingannya cukup tinggi, tetapi justru di tempat itu mereka mengadu nasib untuk mempertahan kan hidup bersama keluarganya. Kesdean ini lambat laun akan menjadi masalah bagi kota Yogyakarta, yaitu pengelompokkan pedagang kaki lima dengan kepadatan yang tinggi pada daerah dekat pusat kegiatan/pelayanan umum. Perlu diketahui di Ko-tamadya Yogyakarta pusat kegiatan/pelayanan umum hanya ber ada pada daerah inti kota, dengan demikian akan menambah ketidak teraturan pada daerah inti tersebut, baik bagi lelu lintas, pejalan kaki maupun keindahan kots. Dalam penelitian ini digunakan tiga pendekatan yakni pemetaan, pengamaten langsung dan survei. Penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive, dalam arti daerah sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tu-juan penelitian. Dipilih beberapa klas jalan sebagai daerah penelitian. Alasan mengambil klas jalan karena dengan me-ngetahui perbedaan pada masing-masing klas jalan (jumlah dan kepadatan kaki lima), maka akan terlihat persebarannys. Atas pertimbangan tersebut terpilih jalan klas II, jalan kles III dan jalan kles III. Jwalah responden ditentukan secera simple random sampling yaitu pengambilan sampel yang sedimiken rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Metode analisa yang di-pakai adalah metode analisa tabulasi frekuensi silang.
-
Kata Kunci : Pedagang kecil,Pedagang kaki lima,Agihan keruangan,Kotamadya Yogyakarta,DIY